Jumat 29 November 2019, 00:59 WIB

Presiden Ingin Potensi PLTA Dimaksimalkan

Faustinus Nua | Ekonomi
Presiden Ingin Potensi PLTA Dimaksimalkan

Antara/Syaiful Airf
Bendungan Sutami yang digunakan untuk PLTA Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur

 

PRESIDEN Joko Widodo mengatakan Indonesia memiliki sumber energi pembangkir listrik yang besar dan belum digunakan dengan baik. Sumber energi tersebut adalah hydropower atau pembangkit listrik tenaga air (PLTA)

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya alam seperti sungai besar dan panjang, seperti Sungai Kayan di Kalimantan Utara.

Potensi itu, lanjutnya bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air. Tak hanya satu titik, dia mengatakan terdapat 10 titik lokasi di Sungai Kayan yang dapat dikembangkan hydropower.

"Kita memiliki sebuah kekuatan besar hydropower yang tidak pernah kita gunakan. Kalau Sungai Kayan dibendung ada 10 titik di situ," katanya dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, di Jakarta (28/11).

Baca juga : Waduk Riam Kanan Kalsel Kritis, Dua Unit PLTA Berhenti Operasi

Presiden menjelaskan, Sungai Kayan bisa menghasilkan listrik sebesar 11.000 Mwh. Begitu pula dengan sungai besar lainnya seperti sungai Mamberamo yang terdapat di Papua. Disebutnya, potensi sungai tersebut bisa menghasilkan listrik sebesar 23.000 Mwh.

Di samping itu, ongkos produksi yang dikeluarkan (cost) untuk menghasilkan listrik di tiap kwh-nya terbilang cukup murah. Cost yang dikeluarkan, lanjut Jokowi, bahkan lebih murah daripada menggunakan bahan bakar batubara atau pun energi lainnya.

"Siapa yang bisa melawan ini ? Semuanya (investor) akan berbondong-bondong ke sini, saya sampaikan ke Gubernur (Kalimantan Utara) ini akan kita dorong," ujarnya.

Dengan demikian, katanya, Indonesia akan memiliki daya saing yang tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan. Untuk itu dia berharap semua pihak bahu-membahu untuk mencari sumber-sumber kekuatan baru yang belum termanfaatkan dengan baik selama ini. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More