Jumat 29 November 2019, 04:40 WIB

Indeks Jebol hingga di Bawah 6.000

Ihfa Firdausya | Ekonomi
Indeks Jebol hingga di Bawah 6.000

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A./hp
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.023,04

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan kemarin ditutup melemah dan menembus level di bawah 6.000.

IHSG ditutup melemah 69,98 poin atau 1,16% ke posisi 5.953,06. Adapun kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 15,19 poin atau 1,58% menjadi 946,01.

"Indeks tembus 6.000 dipicu oleh faktor eksternal, yaitu ditandatanganinya undang-undang yang mendukung demonstran prodemokrasi di Hong Kong oleh Donald Trump yang dikhawatirkan akan menghambat pencapaian kesepakatan dagang fase satu," kata analis Indopremier Sekuritas, Mino, di Jakarta seperti dikutip dari Antara, kemarin.

Dibuka melemah, IHSG sempat menguat, tetapi tak bertahan lama di sesi pertama. Pada sesi kedua indeks terus berada di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau net foreign sell sebesar Rp155,38 miliar

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 501.435 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,92 miliar lembar saham senilai Rp6,03 triliun. Sebanyak 100 saham naik, 314 saham menurun, dan 129 saham tidak berubah nilainya.

Sebelumnya, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan pembubaran enam reksadana yang diminta OJK terhadap Minna Padi akan menekan kinerja indeks sampai akhir tahun.

Dari lis yang beredar, terdapat banyak saham dengan fundamen baik dan berkapitalisasi besar dalam daftar aset reksadana yang dikelola manajemen investasi tersebut.

Perintah pembubaran mewajibkan fund manager melikuidasi semua posisi di pasar dan dalam 60 hari mengembalikan semua dana kepada investor.

"Ini akan menekan saham-saham yang dijual oleh fund manager tersebut. Belum lagi bila kasus ini berkembang dan ada lagi manajemen investasi yang diminta membubarkan produknya," ujar Hans Kwee melalui keterangan yang diterima, Senin (25/11).

Oleh karena itu, pihaknya memperkirakan IHSG akan berada di level 6.200 pada akhir tahun. Bahkan, bukan tidak mungkin IHSG turun mencapai level 5.500 bila terjadi peristiwa yang mengguncang pasar keuangan.

Perkembangan Jiwasraya

Dalam kesempatan berbeda, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menaikkan status pemeriksaan dari penyelidikan menjadi penyi-dikan pada kasus dugaan korupsi di dalam tubuh PT Asuransi Jiwasraya (persero). Kejati juga telah memeriksa 66 saksi.

Menurut Kepala Seksi Pene-rangan Hukum (Kasipenkum) DKI Jakarta, M Nirwan Nawawi, pihaknya telah mengumpulkan dokumen-dokumen alat bukti dan memohon penunjukan ahli auditor dari kantor akuntan publik guna memproses perhitungan kerugian negara.

"Berdasarkan laporan pengaduan masyarakat, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam BUMN PT Asuransi Jiwasraya (persero)," kata Nirwan dalam keterangan tertulis, kemarin.

Nirwan menjelaskan lebih lanjut bahwa Kejati DKI Jakarta telah mengendus dugaan tindak pidana dugaan korupsi itu berdasarkan kronologi pada 2014 hingga 2016. (Hld/Try/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More