Jumat 29 November 2019, 04:00 WIB

Harga Gula Tinggi, Tim Kemendag Janji Telusuri Penyebabnya

(SS/N-2) | Nusantara
Harga Gula Tinggi, Tim Kemendag Janji Telusuri Penyebabnya

MI/sriyanti
Arlinda, Staf Ahli Hubungan Internasional Kementrian Perdagangan(jilbab hitam) melakukan pemantauan di Pasar Besar Kota Palangka Raya

 

JELANG Natal dan Tahun Baru, Tim Kementerian Perdagangan mulai bergerak di daerah. Di Kota Palangka Raya, kemarin, mereka menemukan adanya harga tidak wajar pada komoditas gula.

"Dari harga eceran tertinggi gula yang ditetapkan pemerintah Rp12.500 per kilogram, di Pasar Besar Palangka Raya, kami menemukan gula curah dijual Rp13 ribu. Sementara gula pabrikan dalam kemasan dijual hingga Rp15 ribu," ungkap Staf Ahli Hubungan Internasional, Kementerian Perdagangan, Arlinda.

Pihaknya masih menelusuri penyebab tingginya harga gula di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu. Kemungkinan kondisi itu terjadi akibat kurang stok, atau rantai pasokan dan distribusi yang tidak lancar.

Sejumlah komoditas juga mengalami kenaikan harga, di antaranya daging ayam dari Rp25 ribu menjadi Rp43 ribu per kilogram. Sementara bawang merah naik dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Setelah melakukan penelusuran, ia berjanji akan kembali turun ke Palangka Raya bersama tim pada Desember nanti. Diharapkan tidak ada lonjakan harga kebutuhan pokok. (SS/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More