Kamis 28 November 2019, 21:47 WIB

Genjot Investasi di Daerah, Apkasi Siap Gelar AOE2020

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Genjot Investasi di Daerah, Apkasi Siap Gelar AOE2020

Istimewa
Acara pengumuman Apkasi Otonomi Expo 2020 oleh pengurus Apkasi di Jakarta, Kamis (28/11).

 

MELANJUTKAN sukses sebelumnya, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) akan kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan bertajuk 'Apkasi Otonomi Expo 2020' (#AOE2020).

Kegiatan AOE2020 telah resmi diumumkan Wakil Ketua Umum Al Haris di Ballroom Sekretariat Apkasi, Sahid Sudirman Canter, Lt.21, Jakarta, Kamis (28/11). 

Al Haris yang juga Bupati Merangin mengajak kepada daerah untuk memanfaatkan kegiatan AOE2020 untuk menampilkan keunggulan dan daya saing daerah ke kancah nasional bahkan regional dan global.

"Ini tentu seiring dengan semangat baru para Kabinet Indonesia Maju di Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf agar daerah semakin kuat daya saingnya, baik SDM-nya maupun tata kelolanya," kata Al Haris.

"Selama 15 kali event ini berlangsung, dampak positif sudah dirasakan oleh para peserta baik dari sisi transaksi perdagangan maupun penanaman investasi di daerah," ucap Al Haris. 

Al Haris menambahkan ajang AOE ini bisa dijadikan media untuk mengangkat potensi daerah, produk unggulan, usaha kecil dan menengah (UKM), peluang investasi dan pariwisatanya.

"Kami akan mengundang buyers dan investor untuk hadir dalam expo ini, apalagi kita lihat formasi menteri-menteri yang baru ini banyak diisi oleh sosok-sosok berjiwa entrepreneur, sehingga kami sangat berharap pemerintah kabupaten ikut aktif ambil bagian di expo ini dengan menampilkan hal-hal baru yang menjadi ikon di masing-masing daerah," tukasnya. 

Dalam arahannya, Penasihat Khusus Apkasi, Prof Ryaas Rasyid memberikan filosofi dasar pemerintah kabupaten dalam mengemban tugasnya di masyarakat.

“Pemerintah daerah itu mempunyai tiga peran penting dalam rangka pembangunan daerah, yakni, pertama menciptakan lapangan kerja, kedua bagaimana mengurangi kemiskinan, dan ketiga menjembatani kesenjangan pendatapan masyarakatnya serta bagaimana mendorong kesejahteraan masyarakat," jelas Prof Ryaas.

"Dan ini salah satu upayanya adalah dengan mempromosikan  keunggulan daerah melalui Apkasi Otonomi Expo. Teknisnya tentu daerah lebih paham bagaimana mengeksekusinya, saya hanya mencoba merumuskan formulanya saja," imbuhnya.

Pemerintah daerah, khususnya pemerintah kabupaten dan kota perlu melakukan gebrakan promosi dan meningkatkan transaksi perdagangan dan investasi di daerah.

“Tentu saja ini perlu ada usaha, kita tampilkan produk unggulan yang kompetitif, baik dari keunikan, kualitas maupun harga. Ke depan itu pariwisata juga masih menarik untuk bisa dijadikan tambahan pendapatan daerah, sehingga dalam expo kali ini hal itu bisa ditonjolkan.,” ujar Prof Ryaas.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah perlu menata sektor pariwisata ini dengan serius, karena pariwisata tidak hanya masalah lokasi, tapi bagaimana infrastruktur serta faktor-faktor yang membuat kenyamanan, keamanan dan keramahan masyarakat bagi wisatawan. 

Ryaas mengatakan bahwa AOE adalah salah satu unit inovasi untuk mempromosikan potensi daerah, baik produk-produk unggulan maupun peluang-peluang investasi, perdagangan dan industri.

Ia pun berujar, “Sesuai arahan Presiden bahwa pemerintah daerah perlu menindaklanjuti kemudahan perijinan berinvestasi dan jika daerah sudah melakukannya, itu bisa dipromosikan dalam kegiatan expo ini.” 

Sementara itu Kepala Divisi Pengembangan Potensi Daerah dan Bisnis Apkasi, Syaifuddin Ch Kay memaparkan bahwa AOE2020 akan berlangsung selama tiga hari di Hall A-B, Balai Sidang Jakarta Convention Center, Senayan Jakarta pada 24-26 Juni 2020.

AOE2020 akan menampilkan enam kegiatan inti seperti yang sudah menjadi format kegiatan AOE selama tiga tahun terakhir, yakni; Apkasi Executive Dialogue & Busines Matching Forum, Workshop, Field-trip, Performance, Apkasi Film Festival dan puncaknya adalah Pemilihan Putri Otonomi Daerah.

“Dari kegiatan launching AOE2020 hari ini, tercatat 60 kabupaten sudah booking dengan jumlah mencapai 110 stand. Artinya sudah 26% terisi, sehingga bagi daerah yang berminat untuk segera memesan sebelum menyesal kehabisan tempat,” tukas Syaifuddin. (RO/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More