Kamis 28 November 2019, 21:30 WIB

Menag Tegaskan FPI Beda dengan HTI

Zubaidah Hanum | Humaniora
Menag Tegaskan FPI Beda dengan HTI

. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/ama.
Rapat terbatas Menkopolhukam bersama Menag dan Mendagri tersebut membahas soal perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT) ormas FPI

 

MENTERI Agama Fachrul Razi menegaskan, pihaknya telah memeriksa dan memverifikasi organisasi massar Front Pembela Islam (FPI) sebelum memberikan rekomendasi perpanjangan izin.

Hasil verifikasi yang dilakukan menunjukkan bahwa FPI siap setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini lah yang membuat Kementerian Agama dapat memberikan rekomendasi perpanjangan izin tersebut.

Hal ini disampaikan Fachrul, menjawab pertanyaan media tentang perbedaan perlakuan pemerintah terhadap FPI jika dibandingkan dengan ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), usai Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR, di Jakarta, seperti dikutip dari laman Kemenag, hari ini.

"Kami sudah tanya ya. Mengapa masih menyebut (khilafah). Kemudian mereka menjelaskan, penjelasannya yang dimaksud lain dengan yang disampaikan HTI. Kemudian kami baca, ternyata setelah kami baca ya betul memang berbeda. Kemudian ok, kami beri (rekomendasi)," kata Fachrul, Kamis (28/11).


Baca juga: KLHK Beri Penghargaan 9 Tokoh Penggerak Perhutanan Sosial


Fachrul pun menegaskan tidak akan mencabut rekomendasi yang telah dikeluarkan.

"Kami tugasnya mengeluarkan rekomendasi. Masalah nanti izin perpanjangan diberikan atau tidak, itu nanti terserah (pihak berwenang)," ungkap Fachrul.

Ia menyampaikan, Kemenag memberikan izin rekomendasi bila organisasi masyarakat telah memiliki kelengkapan yang diperlukan.

"Kalau selama semua kompinen bangsa itu ingi maju sama-sama memajukan bangsa ini, kenapa sih harus dihalangi," tandas Fachrul. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More