Jumat 29 November 2019, 02:40 WIB

Beri Kesempatan Atlet Junior Unjuk Diri

MI | Olahraga
Beri Kesempatan Atlet Junior Unjuk Diri

ANTARA
Beri Kesempatan Atlet Junior Unjuk Diri

ATLETIK menjadi salah satu cabang olahraga yang tidak mau mematok target tinggi untuk perolehan medali di SEA Games 2019 Filipina, 30 November-11 Desember mendatang. Pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu akan dijadikan ajang untuk regenerasi atlet.

Ajang SEA Games hanya dijadikan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) sebagai arena bagi para atlet junior untuk mengukur kemampuan. Hal itu bisa terlihat dari komposisi tim atletik yang diterjunkan di Filipina. Dari 35 atlet yang dikirim, 60% merupakan atlet muda.

Menjadikan SEA Games sebagai 'sarana' bagi atlet junior jugalah yang membuat PASI tidak mengirim sprinter terbaik Indonesia saat ini, Lalu Muhammad Zohri, ke Filipina. Atlet asal Nusa Tenggara Barat itu sengaja tak diturunkan PASI agar bisa fokus mengejar limit Olimpiade Tokyo 2020.

Ketua Umum PASI Bob Hasan menyatakan tidak tampilnya Zohri di SEA Games 2019 bertujuan memberikan kesempatan atlet junior mengasah diri di sebuah kompetisi. "Kalau Zohri masuk SEA Games, nanti junior tak bisa masuk," ujar Bob.

Pelatih sprinter PASI, Eni Nuraeni, menyayangkan absennya Zohri di SEA Games 2019. Namun, Eni maklum bahwa Zohri perlu istirahat karena baru sembuh dari cedera lutut kiri yang dialami saat berlomba di Seiko Golden Grand Prix Osaka 2019 lalu.

"Ia (Zohri) harus fokus pemulihan. Jangan sampai dipaksa berlomba di SEA Games 2019, kemudian ke Olimpik jadi susah," tutur Eni.

Tanpa Zohri di SEA Games 2019, PASI akan mengandalkan Mochammad Bisma Diwa Abina dan Adit Rico Pradana di nomor 100 meter putra. Bersama Eko Rimbawan serta Joko Kuncoro Adi, Bisma dan Rico diharapkan bisa menjadi yang terbaik di nomor estafet.

Namun, jika melihat daftar atlet yang dikirim PASI, masih banyak pelari senior yang ikut berkiprah. Hal itu tentu memungkinkan Indonesia untuk meraih hasil terbaik dari atletik. Nama-nama pelari senior kenyang pengalaman seperti Agus Prayogo (lari 10 km putra), Triyaningsih (lari 10 km putri), ataupun Maria Natalia Londa (lompat jauh, lompat jangkit) berpeluang besar merebut medali emas.

Peluang merebut emas juga terbuka lebar di nomor lari gawang 100 meter putri melalui Emilia Nova, Hendro Yap (jalan cepat 20 km putra) serta estafet 4 x 100 meter putra.

Dengan kekuatan yang dimiliki, peluang tim atletik untuk meraih empat medali emas yang dibebankan terbuka lebar. Bahkan, bukan tidak mungkin dari lintasan atletik, Indonesia bisa meraih hasil lebih baik daripada SEA Games 2017 Kuala Lumpur saat meraih meraih 5 emas, 7 perak, dan 11 perunggu. (Ykb/R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More