Kamis 28 November 2019, 20:26 WIB

Pedagang Daging Sapi Turun Omzet Tersaingi Daging Online

Surya Sriyanti | Nusantara
Pedagang Daging Sapi Turun Omzet Tersaingi Daging Online

MI/Surya Sriyanti
Omzet penjualan daging sapi di pasar-pasar tradisional di Kalimantan Tengah turun akibat maraknya penjualan daging secara online.

 

PARA pedagang daging sapi di Pasar Besar Palangka Raya sudah hampir dua bulan ini mengalami penurun omzet penjualan hingga 30 persen.
Penyebabnya diduga marak penjualan daging beku secara daring (online) yang harganya di bawah harga pasaran yaitu Rp90 ribu per kilogram. Padahal harga daging segar milik pedagang dijual  Rp120 ribu per kilogram.

Dugaan maraknya penjualan daging beku secara daring itu diungkapkan Andryunus, Ketua Asosiasi Pengusaha Pemotong Sapi/Kerbau (APPTS) Kota Palangka Raya, Kamis (28/11/2019). Dijelaskanya, penjualan secara daring daging beku itu jelas mengancam para pedagang seperti terjadi di Kabupaten Kotawingin Timur, Gunung Mas, Kota Palangka Raya hingga Banjarmasin.

Andrynus tak bisa memastikan barang itu datangnya dari mana tapi yang jelas daging beku itu dijual secara online.

"Akibatnya kerugian pedagang daging segar dan pemotong berkisar 30-40 persen sejak dua bulan yang lalu," ujarnya.

Para pedagang kata dia,  minta agar pemerintah menertibkan  masuknya pedagang daging beku yang secara adminstrasi  tak punya izin.

"Kita bahkan sudah menghadap Dinas Ketahananan Pangan Kota Palangka Raya tempat asosiasi kita bernaung. Dan kita melaporkan kesana. Mereka berjanji akan tindaklanjuti hal ini  ke walikota," ujarnya.

Terpisah, Kepala  Perwakilan Bulog Kalteng, Mika Ramba Kanderan mengaku baru mengetahui adanya daging beku yang dijual secara daring tersebut.

baca juga: Sekolah Tanggap Darurat di Pasuruan Mulai Dibangun

"Kalau daging beku Bulog itu dijual Rp80 ribu per kilogram.  Persoalannya kita tidak mempunyai wewenang untuk menangani itu. Tapi nanti kami akan koordinasi dengan satgas pangan," ujar Mika.
saat mendampingi staf ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional  Arlinda, melakukan pemantauan harga di Pasar Besar Palangka Raya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More