Kamis 28 November 2019, 20:07 WIB

Ini Strategi Pemprov DKI Atasi Macet Tahun Depan

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Ini Strategi Pemprov DKI Atasi Macet Tahun Depan

MI/Bary Fatahillah
kemacetan panjang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan

 

DINAS Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan sejumlah strategi mengatasi kemacetan di ibu kota tahun depan. Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengungkapkan, salah satunya ialah penerapan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP).

"Beberapa program kita prioritaskan dengan bertujuanya untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Kami juga meningkatkan kualitas layanan angkutan umum," jelas Syafrin saat dihubungi, Jakarta, Kamis (28/11).

Syafrin menuturkan pada 2020 semua angkutan umum harus sudah tergabung dengan sistem Jak Lingko. Angkot yang berada di Jakarta tidak berhenti (ngetem) sembarangan karena sudah mengacu pada sistem rupiah per kilometer.  Selanjutnya, jalur TransJakarta juga akan terintegrasi dengan MRT dan LRT.

Baca juga : Pengecoran Jalan Sebabkan Macet di Sejumlah Titik di Jakarta

Diketahui, TransJakarta menargetkan ada 1.441 unit angkot yang berubah unit menjadi Mikrotrans sebagai bentuk kerja sama dengan operator angkutan kota. Namun, angka realisasinya telah melampaui targer yakni mencapai 1.547 unit.

"Kami juga akan merevitalisasi terminal untuk meningkatkan kualitas angkutan umum," kata Syafrin.

Secara terpisah, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menuturkan, pihaknya memprioritaskan untuk peralihan moda transportasi dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

"Untuk menunjang ke arah tersebut, tentunya kita membuat kenyamanan dan keamanan pejalan kaki untuk menuju integrasi moda trasportasi dengan merevitalisasi trotoar. Prosesnya sudah 85% revitalisasi tersebut," tandas Hari. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More