Kamis 28 November 2019, 19:32 WIB

Bali Democracy Forum 12 Angkat Tema Inklusivitas dan Demokrasi

Abdillah Muhammad Marzuqi | Internasional
Bali Democracy Forum 12 Angkat Tema Inklusivitas dan Demokrasi

MI/Pius Erlangga
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Cecep herawan

 

BALI Democracy Forum ke-12 bakal dihelat di Bali pada 4-5 Desember 2019. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri  Cecep Herawan mengungkapkan,. Tahun ini, BDF ke-12, bakal mengangkat tema demokrasi dan inklusivitas.

“Kita mencoba menjaga kesinambungan satu tema dengan tema sebelumnya. Tema BDF 2018, BDF ke-11 mengenai democracy and prosperity. Dan seiring perkembangan global, kita melihat bahwa salah satu kunci menuju prosperity adalah inklusivitas. Dalam kaitan inilah BDF ke-12 akan mengambil tema democracy and inclusivity,” kata Cecep saat temu pewarta di Kantin Diplomasi Kemenlu, Kamis (28/11).

Meski secara garis besar mengangkat tema inklusivitas, BDF ke 12 juga akan menekankan pada tema khusus yakni peran perempuan dalam demokrasi.

Tema ini akan dibahas di dalam diskusi tingkat menteri dan akan menghadirkan dua pembicara menteri perempuan, yakni Menteri Luar Negeri Kenya dan Menteri Luar Negeri Australia.

“Kemudian berbicara inklusivitas maka peran serta masyarakat dari berbagai kalangan menjadi sangat penting. Salah satu elemen penting yakni adalah peran perempuan. Untuk itu, secara khusus pada minister level kita akan mengangkat tema women leadership,” lanjut Cecep.

Baca juga : Indonesia Tolak Pengakuan AS Soal Permukiman Israel di Tepi Barat

Cecep juga mengharapkan BDP-12 memberikan hasil nyata, yaitu berupa tindak lanjut dari hasil pertemuan di BDF.

"Follow-up ini yang diharapkan lebih konkret kedepannya dan bisa memberikan impact yang lebih nyata," tegasnya.

Pada BDF 2019 kali ini, rencananya akan dibuka secara langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani dan ditutup oleh Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid/

Acara tersebut rencananya bakal dihadiri oleh delegasi dari luar negeri, perwakilan negara dan organisasi internasional.

“Terkait dengan partisipasi sejauh ini kita mengundang 140 negara dan organisasi internasional yang sudah confirm hadir per hari ini adalah 81 negara dan organisasi. Kita harapkan seiring waktu sampai dengan hari H akan terus bertambah, jumlah delegasi yang hadir,” kata Cecep.

Baca juga : Komisi I DPR RI Minta KBRI Kuala Lumpur Perbaiki Layanan Paspor

Sebanyak 81 perwakilan negara dan organisasi internasional mengkonfirmasi kehadiran mereka dalam acara internasional itu. Selain itu juga bakal hadir 6 menteri luar negeri dan 6 wakil menteri.

"Sementara untuk jumlah menteri luar negeri yang hadir sejauh ini ada 6 kehadiran. Kita masih berharap beberapa negera yang mengindikasikan bisa segera mengkonfirmasikan kehadirannya. Sementara di level wakil menteri ada 6 juga," tegasnya.

Menteri luar negeri yang telah mengkonfirmasi kehadiran adalah Menteri Luar Negeri Palestina, Kenya, Kepulauan Solomon, Selandia Baru, Fiji, dan Australia. Sementara wakil menteri luar negeri yang hadir adalah dari Venezuela, Malaysia, Timor Leste, Singapura, Qatar dan Maladewa. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More