Kamis 28 November 2019, 17:19 WIB

Farhan: Industri Pertahanan Harus Ditingkatkan

Bayu Anggoro | Nusantara
Farhan: Industri Pertahanan Harus Ditingkatkan

MI/Bayu Anggoro
Anggota Komisi I DPR RI dari Partai NasDem, , Muhammad Farhan

 

PENGUATAN industri sistem pertahanan nasional harus ditingkatkan lagi. Hal ini penting demi menghadapi tantangan dan situasi global sekarang yang akan jauh lebih berat lagi. Hal ini diungkapkan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai NasDem, Muhammad Farhan, di Bandung, Kamis (28/11/2019). Dia menjelaskan, saat ini kemampuan pertahanan kita belum baik karena masih berada pada skala minimum.

"Secara kekuatan fisik kita belum mencapai daya militer minimum. Kita baru 70% dari militer minimum," katanya.

Dari sisi jumlah personel militer, Indonesia memang berada di peringkat kelima terbesar di dunia.

"Tapi kekuatan pertahanannya, kita di peringkat 100," katanya.

Hal ini menjadi tugas besar yang harus segera dibenahi pemerintah terutama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

"Ini pekerjaan besar dari Menhan," katanya.

Oleh karena itu, Farhan mendorong ditingkatkannya penggunaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan dalam negeri. Saat ini, menurutnya 60% persenjataan Indonesia masih impor. Selain agar bisa menambah kekuatan fisik dalam jumlah yang besar, penggunaan produk lokal inipun merupakan amanat Undang-Undang Pertahanan.

"Ada amanat Undang-Undang Pertahanan, alutsista harus diutamakan produksi pertahanan Indonesia, dalam negeri," katanya.

baca juga: Kawasan Perumahan Harus Ada Lubang Biopori

Terlebih, menurutnya industri sistem pertahanan lokal sudah sangat baik dan juga dipercaya oleh luar negeri. Beberapa nama BUMN seperti PT Pindad, PT LEN, dan PT INTI sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi alutsista yang dibutuhkan militer.

"Itu bisa digunakan. Dan hampir semua industri pertahanan strategis ada di Bandung," katanya. (OL-3)

Baca Juga

Dok. Pemprov Cirebon

Penyerapan Dana Korona Cirebon Capai 80%

👤Nurul Hidayah 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 04:25 WIB
PENYERAPAN belanja tak terduga (BTT) penanganan covid-19 di Kota Cirebon sudah mencapai...
MI/Lilik Darmawan

Penolak Jenazah Covid-19 Divonis 3 Bulan 15 Hari

👤Lilik Darmawan 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 04:20 WIB
Persidangan terhadap Khudlori kemarin digelar secara...
ANTARA FOTO/Moch Asim

Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan Masuk Perda

👤Faishol Taselan 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 04:15 WIB
UNTUK menindaklanjuti instruksi presiden terkait sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, Pemprov Jawa Timur telah memasukkan aturan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya