Kamis 28 November 2019, 17:14 WIB

Kemenpora Jamin Bantu PSSI Soal Pelatih Timnas

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Sepak Bola
Kemenpora Jamin Bantu PSSI Soal Pelatih Timnas

MI/Susanto
Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto

 

SEKRETARIS Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto, menjamin bakal membantu Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia (PSSI) jika membutuhkan bantuan anggaran pelatih baru timnas nantinya.

Hal itu diungkapkan Gatot saat ditemui di Media Center Kemenpora, pada Kamis (28/11). Menurut Gatot, Pemerintah sangat terbuka untuk membantu demi percepatan sepak bola Indonesia yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlaksana.

Hingga saat ini, pihak PSSI masih belum menentukan siapa pelatih yang akan menggantikan Simon McMenemy di Timnas senior Indonesia. Sosok pelatih asal Spanyol, Luis Milla, dan juru taktik dari Korea Selatan, Shin Tae-yong, menjadi dua terkuat yang nantinya bertugas menjadi pelatih tim Garuda.

“PSSI sendiri belum pernah melaporkan ke kami, jangan salahkan ke pemerintah, ya kita lihat Menpora mengatakan akan membantu PSSI, karena Presiden mengintruksikan agar sepak bola itu naik,” ujar Gatot.

Gatot menegaskan jika bantuan tersebut nantinya akan ditinjau terlebih dahulu karena tidak sepenuhnya Pemerintah akan membantu PSSI.

Terkait pelatih mana yang kira-kira cocok untuk melatih Evan Dimas dan kolega, Gatot menyerahkan sepenuhnya kepada pihak PSSI. Pemerintah dalam hal ini tak mau ikut campur dalam urusan memilih pelatih.

“PSSI mau milih Korea Selatan atau yang Spanyol, ya itu murni pilihan PSSI. Mereka kalau berani harga ya berani kualitas, karena yang biasa-biasa saja juga banyak,” ucap Gatot.

Jika nantinya diminta untuk memberikan bantuan soal gaji pelatih yang cukup tinggi, Gatot tak ingin berandai-andai. Ia ingin pihak Pemerintah dan PSSI duduk bersama terlebih dahulu untuk membahas keperluan PSSI yang dirasa masih kurang. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More