Kamis 28 November 2019, 16:23 WIB

270 Orang Tertipu Perumahan Syariah, Kerugian Capai Rp23 M

Ferdian Ananda Majni | Megapolitan
270 Orang Tertipu Perumahan Syariah, Kerugian Capai Rp23 M

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Sejumlah korban melihat barang bukti saat rilis kasus mafia perumahan syariah di Polda Metro Jaya, Jakarta, hari ini.

 

SEDIKITNYA 270 orang menjadi korban penipuan promosi pembangunan rumah bermodus syariah tanpa bunga, kredit bank dan riba. Bahkan, para korban telah mengalami kerugian hingga Rp23 miliar selama kasus ini berlangsung sejak tahun 2015 lalu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan modus operasinya tersangka menawarkan kepada masyarakat pembangunan perumahan syariah dilakukan kegiatan-kegiatan diantaranya, menunjukkan lokasi, melakukan ground breaking bahkan juga membuat rumah-rumah contoh untuk meyakinkan pada korbannya.

"Kenapa masyarakat menjadi tertarik jadi mereka menyampaikan bahwa ini pembangunan perumahan syariah yang dijanjikan tidak ada bunga, kredit bank kemudian tidak ada yang namanya riba, tidak ada checking bank inilah yang membuat menarik masyarakat untuk mengambil perumahan-perumahan tersebut," kata Gatot di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/11).

Untuk lebih lebih meyakinkan korbannya, para tersangka membuat sejumlah contoh properti yang ditawarkan yakni Perumahan de Alexandra di kabupaten Bogor, perumahan The New Alexandra di Bojong Gede, Bogor; Perumahan Cordova di Cikarang; Perumahan Hagia Sophia di Bandung Timur dan Perumahan Pesona Darussalam di Lampung.

"Tapi faktanya sampai dengan sekarang perumahan tersebut belum ada yang dibangun bahkan mereka lari," terangnya.

Berdasarkan laporan masyarakat dari 270 masyarakat ada sekitar 41 orang yang melaporkan kepada metro Jaya pada 7-8 November 2019. Kata Gatot, pihaknya melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap para pelaku penipuan tersebut.

"Sekarang pelaku ini kita tangani ada 4 orang pelaku yang sudah kita tangani baik dia sebagai pendirinya, yakni tersangka Ade dan 3 lagi sebagai marketing mereka ini tahu bahwa tidak ada izinnya juga tahu lahan tersebut belum dibebaskan dan lain sebagainya," sebutnya

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal penipuan dan penggelapan. Bahkan disangkakan pasal Tindak pidana pencucian uang (TPPU) lantaran ada sejumlah perumahan yang diduga dibangun dari uang hasil kejahatan tersebut.

"Jadi uang itu aliran dananya itu digunakan untuk kelima perumahan itu kita sedang melakukan penyidikan diantaranya digunakan dari pemeriksaannya DP pembebasan lahan land clearing pengurusan izin komisi marketing freelance gaji karyawan pembuatan rumah contoh dan lain sebagainya ini yang mereka gunakan," lanjutnya

Gatot mengimbau kepada seluruh masyarakat karena kasus-kasus terkait dengan perumahan fiktif dan apartemen fiktif telah banyak ditangani oleh Polda Metro Jaya. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat lebih waspada dan teliti dalam melakukan transaksi tersebut.

"Kalau membeli cek betul tanyakan betul status tanahnya dan lain sebagainya perlu adanya pengecekan sehingga masyarakat tidak menjadi korban-korban berikutnya," pungkas Gatot. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More