Kamis 28 November 2019, 16:17 WIB

Siswa SMP Tolak Hormat Bendera karena Ikut Ajaran Sekte Agama

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Siswa SMP Tolak Hormat Bendera karena Ikut Ajaran Sekte Agama

MI/ BARY FATHAHILAH
Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono

 

PLT Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono merespons informasi adanya dua siswa di SMPN 21 Batam yang menolak hormat bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Berdasarkan laporan yang diterima, terang dia, kedua siswa tersebut terpengaruh oleh aliran keagamaan atau sekte yang memang melarang umatnya untuk hormat bendera.

"Ternyata bukan karena pribadi siswanya, tapi ada aliran keagamaan yang tidak membolehkan umatnya hormat bendera," ujarnya seusai membuka Musyawarah Nasional Pemantapan Pembinaan Ideologi Pancasila dengan BUMN, di Jakarta, Kamis (28/11).

BPIP selanjutnya akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk memastikan apakah sekte-sekte agama yang tidak mau menghormati semua simbol negara, izinnya dibolehkan atau tidak.

Ia menambahkan, saat ini yang diperlukan ialah pembinaan, terutama terhadap masyarakat yang aliran kepercayaannya tidak membolehkan menghormati simbol-simbol negara.

Hariyono meyakini bahwa perilaku dua siswa tersebut bukan lantaran pengaruh ajaran intoleran yang ada di masyarakat. Namun, memang lebih kepada larangan menghormati simbol-simbol negara.

"Nantinya kami akan lakukan kajian, minimal dari data yang kami miliki bahwa itu bukan karena ajaran intoleran dari masyarakatnya, tapi dari keyakinan agamanya itu," kata dia.

Menyikapi persoalan itu, imbuhnya, BPIP bakal memberikan rekomendasi dan masukan kepada pemerintah, termasuk Kemenag, untuk memastikan sekte atau aliran kepercayaan yang seperti apa yang akan diizinkan.

Lebih jauh, kata dia, bangsa Indonesia telah menyepakati NKRI yang berdasarkan Pancasila. "Sehingga kalau ada agama yang tidak mau mengakui itu berarti dia tidak layak untuk tinggal dan hidup di Indonesia," pungkasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More