Kamis 28 November 2019, 13:20 WIB

Polisi Bongkar Kuburan Korban Tawuran di Sunter, Jakarta Utara

Tri Subarkah | Megapolitan
Polisi Bongkar Kuburan Korban Tawuran di Sunter, Jakarta Utara

Medcom.id/Yurike Budiman
Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto memberi penjelasan mengenai tawuran di Sunter, Jakarta Utara.

 
JAJARAN Polres Metro Jakarta Utara dibantu dengan para dokter forensik dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati melakukan pembongkaran kuburan Herly Suprapto. Kuburan Herly berada di Blok A1, TPU Kawi-kawi, Johar Baru, Jakarta Pusat. Herly merupakan korban meninggal dari aksi tawuran di Sunter, Jakarta Utara.

"Jadi dari kegiatan ini kami berharap bisa melakukan otopsi apa yang menjadi penyebab kematian dari Saudara Herly Suprapto," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono di lokasi, Kamis (28/11).

Wirdhanto menyebut, dari hasil penyampaian dokter forensik, ditemukan luka hasil sabetan celurit di bagaian punggung. Celurit tersebut menyentuk dan memotong paru-paru sepanjang 10 cm. "Sehingga paru-parunya mengalami pendarahan dan itu mengakibatkan terjadinya kematian," paparnya.

Nantinya, hasil otopsi yang dilakukan hari ini akan dijadikan acuan untuk mengetahui kaitan penyebab kematian Herly dengan keterangan dan barang bukti yang telah disita dari para tersangka.

"Barang bukti senjata tajam yang kami temukan di TKP hasil dari pengakuan tersangka yaitu adanya celurit 02 yang kemarin dijadikan alat benda tajam yang melukai korban," terang Wirdhanto.

Sebelumnya pada Minggu (24/11) dini hari, terjadi tawuran antara geng motor Sunter Kangkungan dengan VDM (Vademangan). Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi mengatakan, "Mereka menganggap tawuran itu sebagai hiburan."

Herly yang menjadi anggota geng motor Sunter Kangkungan, dibacok oleh FI, 16, dari geng VDM di Jalan Sunter Kangkungan, Jakarta Utara. Selain FI, polisi juga menetapkan FF, 14, yang memboncengi FI saat kejadian. Keduanya disangkakan dengan Pasal 170 Ayat 2 ke 3 KUHP jo Pasal 55, 56 jo Pasal 358 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan matinya orang. (Tri/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More