Kamis 28 November 2019, 12:00 WIB

Perhelatan SEA Games Carut Marut, Duterte Murka

Rendy Renuki H | Olahraga
Perhelatan SEA Games Carut Marut, Duterte Murka

ANTARA/Sigid Kurniawan
Pekerja menyapu jalanan di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina,

PRESIDEN Filipina Ridrigo Duterte geram dengan carut-marut di awal penyelenggaraan SEA Games 2019. Ia langsung memerintahkan diadakannya penyelidikan terhadap masalah yang timbul.

Setumpuk masalah muncul seperti belum siapnya beberapa bagian venue pertandingan. Hingga sulitnya akomodasi dan transportasi bagi atlet asing saat tiba di Filipina.

Tudingan tidak profesionalnya Panitia Pelaksana SEA Games Filipina (Phisgoc) membuat malu negeri itu. Penyelidikan pun akan dilakukan, karena ditengarai masalah itu timbul karena korupsi.

"Ada tuduhan korupsi yang muncul di koran-koran dan dia tidak suka itu. Dia ingin menginvestigasi itu. Dia tidak menoleransi korupsi," tegas Juru Bicara Kepresidenan Salvadore Panelo kepada Philippine Star seperti dilansir Antara, Rabu (27/11).

Penyelidikan dugaan korupsi ini akan dilakukan mencakup semua penyelenggara, termasuk Ketua DPR yang juga ketua Komite Penyelenggara SEA Games Filipina (Phisgoc) Alan Cayetano.

Baca juga: Hari Ini, Polo Air Putra Indonesia Hadapi Juara Bertahan

Penyelidikan juga akan dilakukan ke semua aspek. Mulai dari penginapan atlet, hingga konstruksi kaldron (tempat api SEA Games) yang menghabiskan dana 45 juta Peso (sekitar Rp12,4 miliar).

Panelo sebelumnya menyatakan klaim penyambutan buruk yang dialami atlet asing tidaklah serius. Namun setelah tersebarnya kekacauan penyelenggaraan SEA Games, Kantor Kepresidenan Filipina pun langsung memunculkan penyelidikan.

"Presiden mengatakan seandainya ada (korupsi), mereka harus bertanggung jawab," ujar Panelo.

Carut-marut SEA Games 2019 Filipina terjadi beberapa hari menjelang pembukaan resmi multievent dua tahunan Asia Tenggara tersebut. SEA Games 2019 Filipina baru akan dibuka pada 30 November dan ditutup pada 11 Desember. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More