Kamis 28 November 2019, 11:15 WIB

Uni Eropa Dijanjikan Jadi Blok Adidaya Ramah Lingkungan

Melalusa Susthira K | Internasional
Uni Eropa Dijanjikan Jadi Blok Adidaya Ramah Lingkungan

AFP/Francois Lenoir
Presiden baru Komisi Eropa Ursula von der Leyen

 

PRESIDEN baru Komisi Eropa Ursula von der Leyen akan mulai menjabat pada Minggu (1/12). Mantan Menteri Pertahanan Jerman tersebut maju setelah mendapat dukungan mayoritas suara parlemen atas rencananya menjadikan Uni Eropa (UE) sebagai blok adidaya yang hijau atau ramah lingkungan.

Rabu (27/11) kemarin, Parlemen Eropa di Strasbourg memberi dukungan 461 berbanding 157 suara kepada Ursula untuk menjadi Presiden Komisi Eropa dan memimpin 27 komisionernya. Sementara , 89 suara lainnya menyatakan abstain.

Perempuan berusia 61 tahun itu akan memimpin di tengah tantangan Eropa menemukan peran barunya berdampingan dengan raksasa geopolitik dan ekonomi, Amerika Serikat serta Tiongkok.

Pada Minggu (1/12), Ursula akan melangsungkan upacara serah terima jabatan bersamaan dengan peringatan 10 tahun perjanjian Eropa terbaru. Pekan depan, ia segera menuju Madrid untuk menghadiri KTT Iklim COP 25.

"Saya meminta dukungan Anda untuk memberi awal baru bagi Eropa. Uni Eropa akan memulai transformasi yang menyentuh setiap bagian masyarakat dan ekonomi kita," ujar Von der Leyen dalam pidatonya kepada jajaran komisioner baru, Rabu (27/11).

Baca juga: Uni Eropa Kecam Permukiman Israel

Von der Leyen yang fasih berbahasa Inggris, Prancis dan Jerman juga berjanji membawa Kesepakatan Hijau Eropa sebagai strategi baru pertumbuhan Uni Eropa. Kesepakatan tersebut, sambungnya, akan membantu mengurangi emisi karbon bersamaan dengan penciptaan lapangan kerja.

“Kesepakatan Hijau Eropa adalah suatu keharusan bagi kesehatan planet kita dan orang-orang kita serta ekonomi kita,” tuturnya.

Komisi baru dari 27 komisioner akan memiliki tiga wakil presiden eksekutif yakni Valdis Dombrokvskis (Latvia), Frans Timmermans (Belanda) dan Margrethe Vestager (Denmark). Sosialis Belanda Frans Timmermans bertanggung jawab atas Kesepakatan Hijau Eropa yang diperjuangkan oleh Von der Leyen.

Selain langkah-langkah yang menjanjikan untuk memerangi perubahan iklim, Von der Leyen bersikeras Eropa memiliki bobot untuk memimpin dunia dalam revolusi ekonomi digital. Menurutnya, UE harus memanfaatkan kekuatan digitalisasi dan transisi iklim untuk meningkatkan basis industrinya.

"Kami adalah negara adikuasa perdagangan dunia. Kami adalah sumber dan tujuan investasi langsung asing terbesar di dunia,” pungkasnya.

Von der Leyen menggantikan posisi Jean-Claude Juncker dan menjadi presiden wanita pertama bagi Komisi Eropa. (afp/dw/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More