Kamis 28 November 2019, 13:55 WIB

Kebaikan Orang Asing Tingkatkan Kebahagiaan

Galih Agus Saputra | Weekend
Kebaikan Orang Asing Tingkatkan Kebahagiaan

123rf
Kebaikan dari orang asing ternyata memberikan kebahagiaan tersendiri bagi orang lain.

MERASAKAN cinta dan kebaikan dari orang asing dianggap lebih sehat, bahagia dan ekspresif. Kedatangan orang yang tak diduga, berbeda dari keseharian, memberikan dampak yang menyeluruh. Bahkan lebih kuat dibandingkan cinta atau romantisme yang hanya diberikan satu orang.

Kondisi itu terungkap dalam penelitian dari akademi kesehatan Amerika Serika, Penn Medicine. Asisten Profesor Pengembangan Sumber Daya Manusia Penn Medicine, Zita Oravecz mengatakan penelitian itu dikembangkan melalui pendekatan yang sangat luas dalam memandang cinta.

Menurutnya, perasaan ‘cinta konseptual’ jauh lebih luas dari pada ‘cinta romantis’. Peraasan tersebut menjadi bagian di setiap momen kecil (mikro) dalam hidup seseorang ketika mereka mengalami resonansi dengan orang lain.

“Sebagai contoh, jika Anda berbicara dengan tetangga dan mereka menyatakan kepedulian terhadap kesejahteraan Anda, maka mungkin Anda akan beresonansi dengan itu dan mengalaminya sebagai perasaan cinta. Itu mungkin akan meningkatkan kesejahteraan Anda,” tuturnya, seperti dilansir Daily Mail.

Dalam penelitian yang terbit di jurnal ‘Personality and Individual Differences’ itu, dijelaskan pada mulanya peneliti melakukan dua survei untuk mengukur emosi orang ketika berfluktuasi sepanjang hari. Para peneliti mengirim pesan teks (pertanyaan survei) sebanyak enam kali sehari dalam interval waktu yang acak. Mereka bertanya tentang prestasi, momen penting, serta suasana hati, dan kadang-kadang juga menanyakan ‘seberapa besar anda merasa dicintai saat ini?’.

Hasil amatan menunjukan sebagian besar perasaan cinta yang dirasakan partisipan meningkat seiring berjalannya hari. Partisipan juga melaporkan mereka merasa lebih dicintai setelah melakukan perbuatan atau gerakan tertentu, terlepas dari apakah ia berada dalam hubungan romantis atau tidak. Oravecz selanjutnya menyarankan terkadang, interaksi yang terjadi setiap hari dan tampak biasa-biasa saja, memiliki dampak yang kuat pada perasaan cinta.

Meski hingga saat ini tim penelitian belum dapat menunjukkan hubungan langsung antara suatu perbuatan dan gerakan ramah dengan perasaan dicintai. Lebih lanjut Oravecz menganggap temuan itu dapat menjadi pembuka teknik baru dalam perawatan kesehatan mental.

"Ini adalah sesuatu yang telah kita lihat dalam literatur tentang perhatian, ketika orang diingatkan untuk memusatkan perhatian pada hal-hal positif, kesadaran mereka secara keseluruhan tentang hal-hal positif itu juga mulai meningkat," tuturnya. (M-3)

Baca juga : Ternyata Sayuran Beku Lebih Bernutrisi
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More