Kamis 28 November 2019, 09:55 WIB

Dewi Kanti Janji Perjuangkan Hak Perempuan Adat

Rifaldi Putra Irianto | Humaniora
Dewi Kanti Janji Perjuangkan Hak Perempuan Adat

ANTARA FOTO/FB Anggoro
Sejumlah perempuan Suku Talang Mamak membawa keranjang rotan atau Ambung, di Dusun VII Desa Durian Cacar, Indragiri Hulu, Riau

 

ANGGOTA Komisi Nasional Anti Kekerasan Pada Perempuan (Komnas Perempuan) terpilih, Dewi Kanti, mengaku bahagia usai terpilih  sebagai Anggota Komnas Perempuan periode 2020-2024.

"Saya kira, terpilihnya saya merupakan sejarah yang sangat bermakna bagi keterwakilan perempuan adat pada lembaga HAM (Hak Asasi Manusia) di Indonesia," kata Dewi dalam pesan singkatnya, Kamis (28/11).

Ia mengatakan akan lebih fokus kepada perlakuan yang adil terhadap perempuan adat. Dewi menilai sejauh ini perempuan adat masih kerap menerima perlakuan diskriminatif secara sistemik.

"Saya bukan saja bergelut sebagai pendamping masyarakat, tetapi juga penyintas yang selama ini merasakan betul sebagai perempuan adat, bagian dari kelompok yang rentan mendapatkan perlakuan diskriminasi secara sistemik," jelasnya.

"Perjuangan mencapai keadilan bagi perempuan adat bukan saja pada ranah privat, tetapi juga mempertahankan ruang hidup serta sistem kebudayaan," imbuhnya.

Baca juga: Komnas Perempuan Tetapkan 15 Nama Anggota Periode 2020-2024

Dengan terpilih sebagai anggota Komnas Perempuan, ia akan menjadikan lembaga tersebut sebagai rumah perjuangan perempuan adat.

"Komnas perempuan sebagai rumah perjuangan bagi perempuan adat untuk mengangkat harkat dan derajat sebagai bagian dari warga negara yang setara. Banyak sekali kebijakan yang merampas hak atas asal usul masyarakat adat. Bagaimana mendorong harmonisasi kebijakan serta percepatan pengesahan UU pengakuan dan perlindungan masyarakat adat. Bahkan hngga usai kemerdekaan Indonesia kini, perempuan adat terutama penganut agama leluhur, masih berjuang keras mendapatkan hak konstitusinya," tukasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More