Kamis 28 November 2019, 07:30 WIB

Media Group Menuju Zero Waste

Rifaldi Putra Irianto | Humaniora
Media Group Menuju Zero Waste

MI/Rifaldi Putra Irianto
Dirut MI Firdaus Dayat (tengah) didampingi Direktur Sales dan Marketing Metro TV Lestari Luhur (kiri) secara simbolis menyerahkan lunch box.

 

MEDIA Group menilai permasalahan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Indonesia. Karena itu, Media Group berpartisipasi aktif dalam pengurangan sampah, khususnya di lingkungan kerja.

Komitmen itu ditunjukkan dalam acara Kick Off Menuju Zero Waste Media Group dalam rangkaian kegiatan Metro Fest 2019 di kompleks perkantoran Media Group, Kedoya, Jakarta, kemarin.

Dalam program ini seluruh jajaran Media Group menyampaikan janji zero waste yang diwakili Dewan Redaksi Media Group Suryopratomo.

"Ini adalah bagian dari komitmen terkait dengan UN (United Nations) Global Compact," ujarnya.

Dalam janji itu, Suryopratomo mengatakan Media Group berkomitmen untuk menerapkan sistem pengelolaan limbah, menerapkan peraturan lingkungan, dan berpartisipasi dalam masalah lingkungan, seperti sanitasi air, pemanasan global, dan pengelolaan limbah domestik.

Selain itu, Media Group berkomitmen untuk tidak memakai plastik sekali pakai dan menggunakan refuse, reuse, dan recycle.

Untuk mendukung program zero waste ini, Chief CSR Officer Media Group Lisa Luhur menyebutkan pihaknya akan membagikan sekitar 2.000 lunch box dan shopping bag daur ulang untuk digunakan para karyawan sebagai wadah pengganti.

"Jadi, semua karyawan Media Group yang ada di lokasi Kedoya ini sebanyak 2.574 orang akan mendapatkan lunch box dan shopping bag.Tidak ada lagi penggunaan single use plastic," jelasnya.

Lisa mengatakan shopping bag tersebut merupakan daur ulang dari banner kampanye Partai NasDem.

"Kita cuci itu banner kemudian kita coba memenuhi dua poin SDGs (Sustainable Development Goals), yakni empowerment terhadap perempuan dan juga anak-anak putus sekolah. Jadi, yang menjahit shopping bag itu mereka, yang diberdayakan Yayasan Cinta Anak Bangsa dan Yayasan Langit Laut Biru," tuturnya. (Rif/X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More