Kamis 28 November 2019, 07:00 WIB

Polisi Bersikeras Larang Skuter Listrik di Jalur Sepeda

Candra Yuri Nuralam | Megapolitan
Polisi Bersikeras Larang Skuter Listrik di Jalur Sepeda

MI/ADI MAULANA IBRAHIM
Petugas Satgastur Dirlantas Polda Metro Jaya memberikan pengarahan kepada pengendara skuter listrik di Kawasan Jalan MH Thamrin

 

POLISI bersikeras skuter listrik dilarang melintas di jalur sepeda. Meskipun, Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 128 tahun 2019 tentang penyediaan jalur sepeda menyebutkan skuter listrik diperbolehkan melintas, polisi ngotot tidak boleh.

"Nanti kalau ada kecelakaan yang salah siapa? Yang salah sepedanya toh, kalau dia keluar jalur, sudah dikasih jalurnya masing-masinglah sudah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/11).

Dalam Pergub tersebut tercatat kendaraan yang dapat melewati jalur sepeda ialah sepeda listrik, sepeda biasa, otopet, skuter, hoverboard dan unicylce. Di situ juga tercatat ruas-ruas jalan di Jakarta yang sudah siap dilewati kendaraan tersebut.

Namun, Yusri mengatakan keputusan polisi kukuh mengharamkan skuter listrik di jalur sepeda sudah berdasarkan kesepakatan dengan dinas perhubungan.

Baca juga: Larangan Melintas di Jalan Raya tak Berlaku bagi Skutik Pribadi

Menurutnya, skuter listrik hanya boleh beroperasi di kawasan tertentu.

"Ini kesepakatan kita, sosialisasi kan ini, supaya enggak jalan-jalan semaunya. Disampaikan oleh Dishub dan ada Ditlantas, disampaikan kepada masyarakat bahwa bisa digunakan hanya di kawasan tertentu saja, sehingga dari pihak Grabnya sudah banyak memindahkan juga," ujar Yusri.

Dia juga mengatakan keputusan itu sudah disepakati antara polisi dengan dinas perhubungan. Yusri mengatakan pihaknya hanya tinggal menandatangi kesepakatan itu.

"Sudah ada aturan Pergub tentang skuter listrik, iya khusus sudah ada, tinggal ditandatangani," tutur Yusri.

Sebelumnya, polisi menegaskan skuter listrik hanya boleh beroperasi di titik tertentu. Penggunaan skuter listrik ke jalan raya terancam hukuman penjara selama satu bulan.

"Teknis mekanisme penilangannya di sini memang kita persangkakan di Pasal 282 undang-undang lalu lintas tentang peraturan jalan dimana ancamananya Rp250 ribu dan kurungan satu bulan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, 25 November lalu.

Yusri mengatakan pihaknya tetap mendahulukan teguran kepada pelanggar. Pengguna skuter listrik yang ke jalan raya akan diminta kembali ke area yang diperbolehkan dengan segera.

Namun, polisi siap bertindak tegas jika pengendara ngeyel saat ditegur polisi.

"Pada saat ada petugas memberhentikan dan dia melarikan diri itu bisa ditilang," ujar Yusri. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More