Kamis 28 November 2019, 01:18 WIB

Disambut Antusias, Fetival Sekolah Pribadi Bandung Diapresiasi

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Disambut Antusias, Fetival Sekolah Pribadi Bandung Diapresiasi

Dok. SPK Pribadi Bilingual School Bandung
Pribadi Festival 2019

 

DINAS Pendidikan Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi kegiatan festival yang digelar Satuan Pendidikan Kerja sama (SPK) Pribadi Billingual School Bandung. Aktivitas seni dan budaya yang melibatkan 150 sekolah tersebut mendapat sambutan antusias para peserta sekaligus melatih pendidikan karakter siswa.

“Kegiatan festival SPK Pribadi Billingual School Bandung kami apresiasi semoga terus dikembangkan, di tengah kemajuan teknologi yang cepat.Maka festival ini menjadi bagian upaya pengembangan pendidikan  karakter siswa. Melatih cinta seni dan budaya siswa, menumbuhkan rasa percaya diri  serta,melatih kolaborasi atau kerjasama para siswa," papar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika saat membuka Pribadi Festival 2019 seperti dalam keterangan tertulisnya.

Dewi menegaskan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memacu kualitas pendidikan di tanah air. Sesuai dengan semangat pendidikan untuk semua atau education for all maka peran serta masyarakat dan swasta memajukan pendidikan sangat dibutuhkan.

Sebagaimana keberadaan SPK Pribadi Billingual School Bandung, kata Dewi, pemerintah membutuhkan peran aktif sekolah swasta, mengingat masih terbatasnya anggaran pendidikan yang ada.

Menurut Dewi  terdapat 4.900-an sekolah SMA dan SMK se-Jawa Barat terdiri dari 30% SMA  berstatus negeri sedangkan SMK negeri 9%,selebihnya milik swasta.

Baca juga : Kemendikbud: Platform SIPLah Jaga Akuntabilitas dan Transparansi

Kondisi itu menunjukkan peran serta masyarakat berpartisipasi cukup tinggi.

Ia mengingatkan seiring kemajuan teknologi revolusi industri 4.0 menjadi tantangan sekaligus kesempatan memajukan anak didik sebagai generasi penerus.

Karena itu ia mengajak para orangtua dan guru bersama sama menjaga anak didiknya dengan baik. Kemajuan serbuan teknologi mesti dimanfaatkan secara positif bukan negatif serta  membimbing anak untuk mampu beradaptasi.

“Di era 4.0 ini maka kompetisi penting namun  lebih penting pula membangun kerjasama atau  berkolaborasi,” tegasnya.

Kepala SMA SPK Pribadi Billingual School Bandung,  Rahmat Hidayat mengatakan festival yang digelar kali ini berbeda dengan festival sebelumnya yang kerap menonjolkan bidang sains dan teknologi (saintek) ,festival tahun ini memasukan  bidang seni budaya dan kreasi lainnya.

“Kendati pertamakalinya kami gelar festival seni budaya namun telah mendapat sambutan antusias yakni ada 400 sekolah mendaftar namun terbatasnya tempat dan waktu, kami terima 150 sekolah sebagai peserta festival, " ungkap Rahmat.

Rahmat optimistis dengan semakin banyaknya cabang ilmu dalam festival bisa memberikan ruang bagi siswa untuk berinovasi sesuai dengan bakatnya. Ini sesuai dengan tema festival tidak hanya kompetisi tapi berkolaborasi.

“Festival sekolah kami menjadi wahana siswa berinteraksi, mengasah kreativitas  dan menjalin kerjasama atau kolaborasi sesama siswa peserta juga sesama sekolah satu sama lain," kata Rahmat.

Kepala SMP SPK Pribadi Billingual Boarding School, Muhammad Budiawan menambahkan di lembaga pendidikannya, proses pembelajaran tidak lagi menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber pengetahuan (teacher center) sebaliknya peserta didik  mandiri (student center).

Selain mengurangi intervensi guru di dalam kelas, di luar kelas para siswa  didorong melakukan penelitian atau riset sains dalam peminatan  bidang tersebut.(RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More