Kamis 28 November 2019, 06:50 WIB

Indonesia Bisa Menjadi Produsen Baterai Kendaraan Listrik

(Tes/*/S-3) | Otomotif
Indonesia Bisa Menjadi Produsen Baterai Kendaraan Listrik

MI/ADI MAULANA IBRAHIM
Peluncuran Stasiun Pengisian Daya Mobil Listrik

 

NIAT pemerintah mendorong program kendaraan bermotor listrik perlu diikuti dengan turunan kebijakan yang terpadu. Turunan kebijakan tersebut antara lain tecemin dalam upaya mendorong masuknya investasi kendaraan bermotor Iistrik yang didukung iklim investasi yang kondusif.

Itu disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Johnny Darmawan dalam acara berjudul Electric Vehicle Indonesia Forum and Exhibition 2019 yang digelar di Gedung Tribata, Jakarta Selatan, Selasa (26/11). "Belakangan pemerintah memulai rencana besar untuk menjadi pemain global di kendaraan bermotor listrik dalam kurun waktu 5 tahun mendatang," ujar Johnny.

Upaya itu harus didukung kemudahan investasi, salah satunya berhubungan erat dengan komponen kendaraan bermotor listrik. Hal tersebut berkaitan dengan pemanfaatan hasil penghiliran nikel menjadi baterai litium yang berdaya saing.

Menurut Johnny, moratorium ekspor nikel per 11 Januari 2020 sebagai kebijakan di sektor hulu diharapkan menjadi Iangkah awal untuk memosisikan Indonesia sebagai produsen utama baterai kendaraan bermotor listrik. Itu tampak dari rencana pembangunan pabrik baterai litium di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park, di Sulawesi Tengah.

Johnny melanjutkan, Indonesia juga menargetkan 20% dari kendaraan yang beroperasi pada 2025 bersumber dari listrik. Karena itu, kemudahan investasi bagi perusahaan-perusahaan otomotif jelas dibutuhkan. "Dengan demikian, pasar domestik diperkuat dan potensi ekspor dapat ditingkatkan," ulas Johnny.

Di sisi lain, ketersediaan Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk menopang kendaraan listrik juga disoroti. "Tidak hanya dari ketersediaan energi dan infrastruktur pengisian, tetapi juga terkait dengan kecepatan pengisian daya. Kebijakan SPKLU harus menjawab keraguan pemilik kendaraan bermotor listrik," ujar Perwakilan Pusat Pengkajian Industri Manufaktur, Telematika, dan Elektronika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Setyo Margo Utomo, dalam workshop di Gedung BPPT, Senin (25/11).

Setyo mengambil mencontoh Tiongkok yang berhasil mengembangkan kendaraan listrik. Tidak hanya menjadikan jaringan pengembangan kendaraan listrik sebagai kebijakan nasional, pemerintah setempat juga menyediakan anggaran khusus dan target.

Pemerintah daerah di 'Negeri Tirai Bambu' itu pun berpartisipasi dengan menggelontorkan insentif, termasuk untuk pembangunan SPKLU. "Beberapa kebijakan Tiongkok yang mempercepat pembangunan infrastruktur SPKLU, seperti target SPKLU yang memadai untuk 5 juta kendaraan listrik pada 2020," ungkapnya.

Kemudian, pemerintah menetapkan 10% ruang parkir gedung publik tersedia infrastruktur pengisian. Karena itu, dia menilai pembangunan SPKLU membutuhkan peta jalan dan prosesnya tidak instan. (Tes/*/S-3)

Baca Juga

AFP/LIONEL BONAVENTURE

Waktu Tonton YouTube Meningkat di Masa Pandemi

👤Antara 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 20:58 WIB
Video yang sudah banyak ditonton bukan video baru, melainkan video lama, seperti GIIAS 2019 dan Frankfurt Motor Show...
(Kiri ke kanan) Vice President of Hyundai Motor Asia-Pacific Headquarters Kanghyun Lee, Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Sofjan Wanandi,  Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, President of Hyundai Motor Asia-Pacific Headquarters Yo

Hyundai Pamer Dua Mobil Listrik ke Kemenko Kemaritiman

👤RO 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 20:47 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melihat langsung mobil Hyundai IONIQ Electric dan KONA...
mitsubishi.co.id

Usir Jenuh, Mitsubishi Kampanyekan Gerakan Berpetualang Sehat

👤RO 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 16:39 WIB
Untuk mengusir kejenuhan perlu sesekali malakukan perjalanan liburan ke luar kota menikmati suasana baru yang lebih segar bersama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya