Kamis 28 November 2019, 06:40 WIB

Hyundai Bangun Pabrik di Indonesia untuk Pasar ASEAN

(RO/S-3) | Otomotif
Hyundai Bangun Pabrik di Indonesia untuk Pasar ASEAN

DOK HYUNDAI
Acara penandatanganan MoU tentang pendirian pabrik baru Hyundai di Bekasi, Jawa Barat, berlangsung pada Selasa (26/11) di Korea Selatan.

HYUNDAI Motor Company berkomitmen membangun pabrik manufaktur kendaraan di Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat. Pabrik baru ini memiliki nilai investasi sekitar US$1,55 miliar, atau Rp2,18 triliun hingga 2030, termasuk biaya operasional dan pengembangan produk.

Hal itu ditunjukkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara pabrikan otomotif Korea Selatan itu dan pemerintah Indonesia. Pabrik itu tergolong pusat manufaktur pertama Hyundai yang berbasis di kawasan ASEAN.

Acara penandatanganan MoU secara resmi diadakan pada Selasa (26/11) di pabrik Hyundai Motor di Ulsan, Korea Selatan, pabrik kendaraan terintegrasi terbesar di dunia. Presiden Joko Widodo turut hadir dalam acara itu bersama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Executive Vice Chairman Hyundai Motor Group Euisun Chung, serta Presiden dan CEO Hyundai Motor Company Wonhee Lee.

Pabrik manufaktur canggih dengan luas 8,35 juta meter persegi (77,6 hektare) itu terletak di kawasan industri, komersial, dan perumahan terintegrasi di sebelah timur Jakarta. Fasilitas manufaktur ini akan mulai dibangun pada Desember tahun ini.

Proses produksi akan dimulai pada semester kedua 2021 dengan kapasitas tahunan sekitar 150 ribu unit. Produksi tahunan ditargetkan mencapai sekitar 250 ribu unit pada saat kapasitas penuh.

SUV kompak, MPV kompak, dan model sedan untuk pasar Asia Tenggara akan diproduksi di pabrik baru itu. Ini juga akan menggabungkan fasilitas untuk stamping, pengelasan, pengecatan, dan perakitan.

Produksi electric vehicle (EV) atau mobil listrik juga sedang dijajaki Hyundai dengan menerapkan strategi diferensiasi inovatif guna memperoleh keunggulan kompetitif jika dibandingkan dengan para pesaing.

Selain itu, Hyundai juga menjajaki produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) kelas dunia di pabriknya di Indonesia. Ini untuk membantu mengembangkan ekosistem EV Indonesia dan berkontribusi pada kualitas hidup masyarakat melalui teknologi mobilitas bersih.

Bersama dengan perusahaan afiliasinya, Kia Motors Corporation, Hyundai bertujuan menjadi produsen EV ketiga terbesar di dunia pada 2025.

"Pembangunan pabrik manufaktur Hyundai Motor di Indonesia dapat terlaksana berkat kerja sama dan dukungan dari pemerintah Indonesia," ujar Euisun Chung. "Hyundai secara aktif akan terus mendengarkan dan menanggapi setiap harapan dan kebijakan pemerintah Indonesia berkaitan dengan kendaraan ramah lingkungan serta akan terus berupaya berkontribusi terhadap komunitas ASEAN."

Selain kendaraan jadi, perusahaan juga berencana mengekspor 59 ribu kendaraan completely knocked down (CKD) per tahun.

Keputusan itu juga untuk memastikan pertumbuhan di masa mendatang dengan menjajaki pasar-pasar baru di kawasan ASEAN di tengah perlambatan yang sedang berlangsung di pasar otomotif global. Hyundai, dengan pemasok mitra lokalnya, berharap menciptakan lebih dari 23 ribu lapangan kerja baru.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More