Rabu 27 November 2019, 23:25 WIB

Wakil Ketua MPR Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Haryanto | Nusantara
Wakil Ketua MPR Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

MI/Akhmad Safuan
Wakil Ketua Majelis Permusyawarahan Rakyat (MPR) dan juga anghota DPR Lestari Moerdijat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kudus

 

WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengajak masyarakat Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk terus menjaga toleransi. Meski terdiri atas berbagai etnis, suku, ras dan agama, masyarakat Kudus dirasa tetap bisa menjaga kerukunan antarsesama.

"Selama ini kan kita tahu kalau masyarakat Kudus tidak makan sapi, ini bentuk dari toleransi dan menghargai budaya. Sudah seharusnya kita terus menjaganya,� kata Lestari usai bertemu perwakilan masyarakat Kudus, Rabu (27/11).

Ia mengajak masyarakat Kudus agar lebih menyadari kondisi bahwa ke depannya kita akan menghadapi tantangan yang tidak mudah.

"Ke depan kita akan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Untuk itu, kita sangat perlu memperkuat diri kita agar mampu menghadapi goncangan. Salah satunya dengan memperkuat wawasan kita mengenai empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," lanjutnya.

Rerie, sapaan karib Lestari--juga menyinggun perihal kesejahteraan guru, Lestari turut mendesak pemerintah agar lebih memperhatikan guru terutama guru honorer. Untuk itu, Rerie mengupayakan tiga hal, pertama terkait kesejahteraan guru honorer yang harus diperhatikan pemerintah setempat dan masyarakat.


Baca juga: Kader Posyandu Dilatih Perangi Stunting di Manggarai


Kedua, terkait masalah zonasi guru juga harus disempurnakan. Rerie menyoroti pengembangan kapasitas tenaga pengajar melalui program pelatihan mandiri berbiaya murah. Seperti halnya yang dilakukan Yayasan Sukma Bangsa di Aceh.

"Yayasan Sukma Bangsa di Aceh memberikan beasiswa kepada 30 tenaga pengajar untuk melanjutkan pendidikan Master di Finlandia. Ini adalah wujud kita untuk mengembangkan kapasitas tenaga pengajar," ucapnya.

Ketiga, Rerie meminta sekolah mengembangkan perencanaan keuangan secara transparan. Masyarakat bisa berpartisipasi membantu masalah finansial sekolah.

Rerie juga mengajak masyarakat Kudus untuk lebih peduli terhadap kesehatan, terutama penyakit kanker.

"Di sini ada kawan-kawan kita yang merupakan survivor kanker payudara. Saya juga penyintas. Tapi tidak ada yang berbeda dari saya, kawan-kawan dan bapak ibu sekalian," tambahnya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More