Rabu 27 November 2019, 22:50 WIB

Trump Tetapkan Kartel Narkoba sebagai Teroris

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Trump Tetapkan Kartel Narkoba sebagai Teroris

AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

AMERIKA Serikat (AS) akan secara hukum menetapkan atau memasukkan kartel narkoba Meksiko sebagai kelompok teroris, kata Presiden Donald Trump.

Langkah ini akan memungkinkan lingkup tindakan AS yang lebih luas. Trump juga mengatakan dia telah memberi tahu Meksiko bahwa Washington siap untuk masuk dan membersihkan kartel.

Dalam tanggapannya Menteri Luar Negeri Meksiko mengatakan negaranya tidak akan mengizinkan pelanggaran kedaulatan nasional.

Awal bulan ini, Trump berjanji untuk berperang melawan kartel narkoba setelah serangan mematikan terhadap warga AS di Meksiko.

Para korban--tiga wanita dan enam anak-anak yang merupakan orang Mormon berkebangsaan ganda AS-Meksiko--tewas dalam penyergapan ketika melakukan perjalanan melalui daerah terpencil di Meksiko utara pada 4 November.

Tokoh media konservatif Bill O'Reilly bertanya kepada Presiden Trump, Selasa (26/11), apakah ia akan menetapkan kartel sebagai kelompok teror dan mulai menyerang mereka dengan drone.


Baca juga: Bangladesh Hukum Mati Tujuh Pelaku Serangan Kafe Dhaka 2016


Presiden berkata, "Mereka akan ditetapkan (sebagai organisasi teroris)... Saya telah mengerjakan itu selama 90 hari terakhir. Anda tahu, penetapan tidak semudah itu, Anda harus melalui proses, dan kami bekerja baik dalam proses itu."

Trump menambahkan dia telah memberi tahu Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador bahwa AS bersedia untuk melancarkan operasi melawan kartel di Meksiko.

"Saya sudah menawarkan dia untuk membiarkan kami masuk dan membersihkannya dan dia sejauh ini menolak tawaran itu tetapi pada titik tertentu sesuatu harus dilakukan," kata Trump.

Ketika sebuah kelompok ditetapkan sebagai organisasi teroris di AS, menjadi ilegal bagi orang-orang di AS untuk secara sadar menawarkan dukungan. Anggotanya juga dilarang memasuki AS. Jika mereka sudah berada di AS, mereka akan dideportasi. (BBC/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More