Kamis 28 November 2019, 05:20 WIB

PT Unggul Dorong Indonesia Maju

(RO/H-1) | Humaniora
PT Unggul Dorong Indonesia Maju

Dok.UMB
Rektor Universitas Mercu Buana (UMB) Prof Dr Ngadino Surip MS

 

PERGURUAN tinggi (PT) di Indonesia sebagai instrumen penting dalam mendorong kemakmuran bangsa. Untuk itu, perguruan tinggi harus mampu meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi globalisasi.

Caranya, harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu menghasilkan intelektual, ilmuwan, dan/atau profesional yang berbudaya kreatif, toleran, demokratis, berkarakter tangguh, serta berani membela kebe-naran untuk kepentingan bangsa.

Penegasan itu disampaikan Rektor Universitas Mercu Buana (UMB) Prof Dr Ngadino Surip MS dalam keterangan resmi pada acara workshop dan seminar nasional di Tanjung Benoa, Bali, Kamis (28/11).

"Amanat Undang-undang No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menunjukkan perguruan tinggi apa pun jenjangnya mendapat tanggung jawab untuk menghasilkan generasi Indonesia berkualitas. Caranya dengan membangun budaya mutu pada perguruan tinggi," Ngadino.

Berbekal amanat itu, Rektor UMB menegaskan perlunya pembekalan yang luas bagi semua perguruan tinggi tentang budaya mutu, baik itu budaya mutu institusinya maupun program studi. Ukuran keberhasilan budaya mutu disimbolkan dengan akreditasi A.

Jika melihat data 2019, lanjutnya, tercatat PT di Indonesia yang berhasil meraih akreditasi A pada institusinya sebanyak 96 lembaga. Jumlah itu masih terlalu jauh dari total perguruan tinggi yang beroperasi di Indonesia.

Sejalan dengan hal itu, Ngadino menegaskan bahwa kegiatan workshop dan coaching itu menjadi upaya meningkatkan PT meraih akreditasi A sehingga mampu mendorong lahirnya generasi berkualitas dan mampu mempercepat kemajuan bagi bangsa sebagaimana amanat di konsideran UU No12 Tahun 2012.

"Universitas Mercu Buana sebagai perguruan tinggi berakreditasi A terpanggil mendorong tumbuhnya budaya mutu di perguruan tinggi," pungkasnya. (RO/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More