Rabu 27 November 2019, 22:06 WIB

Realisasi Mikrotrans Lebihi Target, TransJakarta Batasi Serapan

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Realisasi Mikrotrans Lebihi Target, TransJakarta Batasi Serapan

MI/Andry Widiyanto
Angkot yang sudah bekerja sama dengan TransJakarta di Terminal Kampung Rambutan

 

PENYERAPAN kerja sama Transjakarta dengan operator angkutan kota tahun ini telah melebihi target.

Tahun ini PT TransJakarta menargetkan ada 1.441 unit angkot yang berubah unit menjadi Mikrotrans sebagai bentuk kerja sama dengan operator angkutan kota. Namun, angka realisasinya telah melampaui targer yakni mencapai 1.547 unit.

Untuk itu Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT TransJakarta, Achmad Izzul Waro mengatakan dengan adanya penambahan diluar dugaan ini Transjakarta harus mengajukan kembali dan bernegosiasi dengan para calon mitra TransJakarta Mikrotrans untuk penyerapan bertahap.

Sesuai hasil negosiasi yang dilakukan pagi ini sebelum akhirnya calon anggota mitra TransJakarta Mikrotrans ke kantor gubernur, kesepakatanya adalah penyerapan 110 unit dari wilayah Jakarta Utara.

Sementara itu Izzul menuturkan bahwa saat ini Mitra TransJakarta yang sudah bergabung dari Koperasi Wahana Kalpika (KWK) adalah sebanyak 962 unit.

Baca juga : PT Transjakarta Ajukan PMD untuk Revitalisasi dan Penambahan Bus

Selain itu Izzul mengatakan bahwa TransJakarta memiliki standar peremajaan angkot untuk tahun 2020.

“Kami sedang menyiapkan peningkatan pelayanan mikrobus, untuk itu kami perlu batasi penyerapanya hingga akhir tahun mengingat tahun depan ketentuan pelayanan kami adalah jumlah kapasitas penumpang yang lebih besar dan mesin pendingin di dalam mobil," ungkap Izzul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/11).

Selain standar minimal seperti kesopanan, ketepatan headway, armada yang prima, PT TransJakarta juga akan menambah jumlah kursi penumpang dari 11 menjadi 15.

"Untuk itu busnya pun perlu di upgrade agar pelanggan nyaman," Imbuh Izzul.

Terkait demonstrasi hari ini Izzul mengatakan kelegaanya dan mengapresiasi keinginan calon mitra untuk menyesuaikan standar layanan bagi warga khususnya angkutan kota.

Baca juga : Ibu Kota Pindah, Integrasi Transportasi Jabodetabek tetap Jalan

“Senang sekali kalau berbagai mitra yang ada sekarang mau bergabung dengan standardisasi layanan yang ditetapkan. Sudah saatnya warga DKI mendapatkan layanan transportasi yang prima dan nyaman," lanjutnya.

Izzul berharap TransJakarta dapat menjadikan warga DKI berpindah moda transportasi umum untuk mengurangi polusi dan kemacetan di Ibu kota.

Sebelumnya, terjadi aksi demonstrasi pengemudi angkot yang dilakukan siang ini di kantor Gubernur DKI Jakarta.

Aksi demo yang dilakukan oleh sopir KWK menuntut 400 unit segera bergabung dalam program Jak Lingko Mikrotrans TransJakarta yang telah digagas oleh Gubernur DKI dan dilaksanakan perseroan sejak awal tahun 2018. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More