Rabu 27 November 2019, 21:14 WIB

Dorong Prestasi Atlet Daerah, Kemenpora Gelar Liga Pora OPUD

Ghani Nurcahyadi | Olahraga
Dorong Prestasi Atlet Daerah,  Kemenpora Gelar Liga Pora OPUD

Dok. KONI Sumut
Pertandingan cabnag olahraga pencak silat di Liga Pora OPUD di Sumut

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga melakukan langkah terobosan dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga daerah dengan menggelar Liga Pora OPUD (Olahraga Prestasi Unggulan Daerah).

Ajang yang bertujuan untuk menggali potensi atlet daerah ini disambut antusias oleh para atlet di daerah. Seperti pada edisi perdana September lalu, edisi kedua Liga Pora OPUD II 2019 yang diselenggarakan pada November ini, jumlah peserta juga membludak.

Event yang mengusung tema "Mengantarkan Prestasi Olahraga Daerah Menuju Dunia" ini mempertandingkan lima cabang olahraga yang terdiri dari empat cabor olimpiade yaitu atletik, panahan, panjat tebing dan angkat berat serta satu cabor non-olimpiade, yakni pencak silat.

Plt Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kemenpora Ahmad Arsani saat mengatakan, penyelenggaraan Liga Pora OPUD  bertujuan menggali potensi atlet daerah lewat ajang kompetisi.

"Indonesia memiliki potensi atlet handal yang melimpah. Hanya saja potensi tersebut khususnya para atlet di daerah terkendala karena masih kurangnya jumlah kejuaraan atau kompetisi. Kalau hanya latihan dan latihan saja kan lama-lama bisa menimbulkan kebosanan dalam diri atlet. Dan mereka tidak bisa mengukur sejauh mana kemajuan yang dicapai setelah menjalani latihan," tutur Ahmad Arsani dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga : Presiden Targetkan Dua Besar di SEA Games 2019, Ini Kata Menpora

"Karena itu, Asdep Olahraga Prestasi melaui Bidang Pengembangan Olahraga Prestasi Daerah berinisiatif untuk menggairahkan kompetisi di tingkat daerah dengan menggelar Liga Pora OPUD," tambahnya.

Dengan mengikuti kompetisi yang intens dan berkesinambungan, sambung Arsani, diharapkan para atlet di daerah dapat meningkatkan kualitas teknik, fisik dan menambah pengalaman bertanding.

"Kita harapkan kelak para atlet yang tampil di Liga Pora OPUD dapat bersaing dan berprestasi di tingkat nasional dan internasional," tambahnya.

Arsani lebih lanjut menjelaskan untuk penyelenggaraan Liga Pora OPUD, Kemenpora telah menunjuk lima provinsi sesuai cabor yang dipertandingkan. Cabor atletik dipertandingkan di Nusa Tenggara Barat, panahan di Jawa Timur, panjat tebing di DI Yogyakarta, angkat berat di Jawa Barat dan pencak silat di Sumatera Utara.

Selain menyediakan medali bagi para atlet yang meraih gelar juara, runner up dan peringkat tiga, Kemenpora juga menyiapkan hadiah uang pembinaan bagi tiga tim yang berhasil menempati tiga peringkat teratas dalam perolehan medali di lima cabor yang dipertandingkan, masing-masing mendapatkan sebesar Rp7,5 juta (juara umum), Rp5 juta (peringkat dua) dan Rp3 juta (peringkat tiga).

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut John Ismadi Lubis saat membuka Liga Pora OPUD II cabang pencak silat di GOR Serbaguna Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (26/11/2019) menyampaikan terimakasih kepada Kemenpora yang telah memberikan wadah kepada para pesilat di daerahnya untuk menempa teknik, fisik dan menambah pengalaman bertanding.

"Jadi kita harapkan para atlet dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," kata John. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More