Kamis 28 November 2019, 03:45 WIB

Sudah Ada Lo Bank Sperma Positif HIV Pertama di Dunia

Irana Shalindra | Weekend
Sudah Ada Lo Bank Sperma Positif HIV Pertama di Dunia

AFP/PHILIPPE LOPEZ (STF)
Proses injeksi sperma di suatu klinik kesuburan di Prancis, September 2019.

Dengan tujuan memerangi stigma, saat ini telah diluncurkan bank sperma pertama di dunia yang menerima pendonor dengan positif HIV. Bank tersebut berada di Selandia Baru.

Tiga laki-laki HIV-positif telah mendaftar untuk menyumbang - semuanya memiliki viral load --istilah yang merujuk pada kadar virus HIV dalam tubuh-- tak terdeteksi. Ini berarti tingkat virus dalam darah mereka sangat rendah sehingga tidak dapat menular lewat hubungan seks atau persalinan.

Sperm Positive, nama bank sperma tersebut, diluncurkan oleh tiga badan amal setempat menjelang Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember. Body Positive, New Zealand Aids Foundation, dan Positive Women Inc, berharap proyek ini akan mengedukasi masyarakat tentang penularan HIV, dan mengurangi stigma atas penyandang virus tersebut.

Bank sperma mengatakan akan menjelaskan bahwa semua donor positif HIV tetapi telah menjalani pengobatan yang berhasil yang mencegah mereka menularkan virus.

Meskipun tidak dengan sendirinya beroperasi sebagai klinik kesuburan, Sperm Positive akan menghubungkan calon penerima donor dengan mitra klinik kesuburan lokal jika mereka telah memahami segala kondisi dan persyaratan.

Salah satu dari tiga donor penyandang HIV, Damien Rule-Neal, mengatakan kepada New Zealand Radio, bahwa setelah ia mengungkapkan penyakitnya kepada atasannya, ia mendapat intimidasi dan akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri.

"Kita telah memiliki ilmu pengetahuan untuk mengatakan bahwa obat membuat Anda tidak dapat ditularkan," katanya. "Saya telah melihat banyak teman perempuan saya yang menyandang HIV melahirkan dan memiliki anak. Itu menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan pengobatan telah memberi kita kemampuan itu (untuk bereproduksi) lagi."

Didiagnosis pada tahun 1999, Rule-Neal kini dalam kondisi sehat dan telah menikah, dengan dua anak dan tiga cucu.

Ada sejumlah kemajuan dalam pengobatan HIV dalam beberapa tahun terakhir, termasuk transplantasi ginjal pertama di dunia dari satu pasien HIV-positif ke pasien lain pada bulan Maret.

Terapi antiretroviral --kombinasi harian dari obat-obatan yang mencegah replikasi HIV dalam tubuh-- dapat menurunkan jumlah virus dalam darah ke tingkat yang tidak terdeteksi.

Meski begitu, HIV terus menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat paling serius di dunia. Sekitar 38 juta orang menderita HIV/AIDS pada tahun 2018. (BBC/M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More