Rabu 27 November 2019, 19:18 WIB

DKJ: Informasi Simpang Siur soal Hotel Berbintang di TIM

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
DKJ: Informasi Simpang Siur soal Hotel Berbintang di TIM

MI/ Pius Erlangga
Pekerja menyelesaikan pembangunan revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM)

 

PELAKSANA Tugas (Plt.) Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Danton Sihombing mengaku tidak mendapat informasi secara jelas dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengenai pembangunan hotel bintang 5 di Taman Ismail Jakarta (TIM).

"Saya belum pernah denger sih dari Jakpro (hotel) bintang lima itu ya. Keterangan tertulis belum pernah ada. Jadi saya juga enggak tahu memunculkan keterangan bintang lima darimana. Wajar saja lah orang akan kaget," ujar Danton saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (27/11).

 

Baca juga: Anies Pastikan 10 Trayek di Jakut Rampung 2020

 

Pihaknya baru mengetahui pembangunan hotel bintang lima tersebut dari media sosial. Danton meminta Jakpro untuk memperbaiki komunikasi tersebut agar para seniman merasa diajak terlibat dalam revitalisasi di TIM.

"Jadi banyak distorsi. Cuma masalah komunikasi saja ini. Saya sarankan ini diperjelas, terutama isu-isu kritis seperti hotel. Ini masalah kehumasan yang harus dibenahi. Jakpro juga harus berikan penjelasan yang sejelas-jelasnya ke publik di wilayah yang lagi hangat dibicarakan ini," kata Danton.

Revitalisasi TIM, menurut DKJ harus memberikan ruang lebih kepada seniman. Danton mengatakan para seniman setuju apabila Jakpro memperbaiki gedung atau ruang yang sudah rusak.

"Gedung seperti ruang pamer sudah enggak layak dan segala macem. Tapi menurut pandangan saya sih bisa juga hotel itu dibuat dengan konsep art hotel. Misalnya melebur dengan galeri pameran dari seniman. Kemungkinan juga kan dibeli. Tapi saya belum taju juga nanti mau bagaimana," tandasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More