Rabu 27 November 2019, 17:15 WIB

Sisi Pangkal Jembatan Jungkarang Sampang Ambles

Muhammad Ghozi | Nusantara
Sisi Pangkal Jembatan Jungkarang Sampang Ambles

Antara
Ilustrasi

 

SISI pangkal jembatan Jungkarang di jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Sampang dengan Kabupaten Bangkalan dan Surabaya, Jawa Timur, ambles, sejak tiga hari lalu.

Jalan utama itu hanya bisa digunakan satu jalur dan diberi pembatas menggunakan barrier sehingga diberlakukan sistem buka-tutup.

Amblesnya jembatan yang berada tidak jauh dari SMP Negeri Jrengik, Sampang itu, menurut warga, sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Salah satu sisi jembatan turun hingga 25 sentimeter, dan bagian penyangganya keropos hingga tidak mungkin dilalui kendaraan.

"Sudah dari akhir pekan lalu jembatan ini ambles dan kondisinya makin hari makin parah," kata Mutahari, warga di sekitar jembatan, Rabu (27/11).

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, usai meninjau proyek normalisasi Kali Kemuning di Kota Sampang menyempatkan diri melihat kondisi jembatan yang berada di Jalan Raya Jungkarang tersebut. Emil menyatakan akan segera mengupayakan perbaikan sebelum kerusakan jembatan itu merembet ke bagian lainnya.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional di Surabaya untuk segera dilakukan perbaikan. Karena jalur ini merupakan poros utama antar kabupaten di Madura," katanya, saat meninjau kondisi jembatan.

Petugas Penilik Jalan Nasional, Fahmi, mengatakan kondisi jembatan tersebut sudah dalam keadaan darurat dan harus diperbaiki total. Sebab gelagar jembatan sudah rusak dan turun.

"Untuk sementara kami hanya bisa melakukan penanganan darurat, karena untuk perbaikan membutuhkan perencanaan yang matang," katanya.

Jembatan Jungkarang merupakan jembatan utama yang berada di jalur selatan Madura. Jembatan yang berada di Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik, Sampang, tersebut menjadi penghubung jalur dari Surabaya menuju Kabupaten Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Wakil Bupati Sampang, Abdullah, meminta perbaikan dilakukan dengan tidak menutup jalur tersebut. Sebab, jika jalur selatan itu ditutup, maka kendaraan dari arah Surabaya dan Bangkalan yang akan menuju Sampang, Pamekasan dan Sumenep, harus memutar melalui jalur utara yang jaraknya sangat jauh.

"Kalau tidak, harus disiapkan jembatan darurat yang tetap bisa dilalui kendaraan besar," katanya. (Ol-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More