Rabu 27 November 2019, 16:11 WIB

JaringanTasikmalaya Mampu Produksi 120 Ribu Narkoba Per Hari

Adi Kristiadi | Politik dan Hukum
JaringanTasikmalaya Mampu Produksi 120 Ribu Narkoba Per Hari

MI/Adi Kristiadi
BNN bongkar pabrik narkoba di Tasikmalaya

 

JARINGAN  narkoba internasional wilayah operasi di Jawa dan Kalimantan yang dibongkar Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat  (Jabar), Selasa (26/11) petang, ternyata mampu memproduksi 120 ribu butir per hari obat-obatan tergolong narkoba.

Deputi Bidang Pemberantasan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari mengatakan, obat-obatan terlarang itu di sebar ke seluruh Indonesia. ''Antara lain ke Jabar, Jateng, Jatim, Sulsel dan Kalsel, sedangkan bahan baku untuk pembuatan narkoba berasal dari Taiwan. Jaringan ini sudah melakukan kegiatannya sekitar satu tahun terakhir,'' ujar Arman dalam konperensi pers di rumah produksi pembuatan obat, Kota Tasikmalaya, Rabu (27/11).

Arman mengungapkan, operasi BNN yang dilakukan di Kampung Awilega, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya,  Jabar telah mengamankan tiga orang. Mereka yakni, Muhamad Joko Pamungkas (MJP), 24, Hadi Eriyanto (HE), 39, Sugiarto (SU), 38.  

Dari lokasi tersebut disita mesin cetak obat, mesin mixing, oven, alat press (Packing), konpesor, dan plastik packing serta menyita pil merek Zenith yang disimpan di karung plastik hingga dus pil merek carnophen.

Selain itu, papar Arman, BNN juga mengamankan empat orang di rumah makan mang Engking Putra Gombong, Desa Gombong, Jateng.

Mereka yakni, Deni Primadani Putra (DPM), 25, Eri Choerudin (EC), 24, Yohan Efian (YE), 27, Agus Munajat (AM), 57. Turut disita dua dus berisi 60 ribu butir obat jenis carisoprodol.

Sedangkan, Tim Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN melakukan penggerebegan di sebuah gudang terletak di Jalan Patimura Desa Buntu, Kelurahan Kroya, Kecamatan Cilacap, Kota Cilacap, Jateng menangkap dua orang bernama Setiono (SE), 62, dan Nurjamal (NJ), 25, serta menyita barang bukti 43 dus yang berisi 1.290.000 narkotika jenis carisoprodol.

"Pengungkapan klandestine lab narkotika golongan 1 jenis carisoprodol merupakan jaringan yang beroperasi di Jabar, Jateng dan Kalsel. Sudah sembilan orang ditangkap,'' papar Arman lagi.

Jenderal bintang dua itu juga mengaku, masih banyak tersangka yang termasuk dalam jaringan ini. ''Para pelaku itu saat ini masih dalam pengejaran,'' urainya. (OL-11)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More