Rabu 27 November 2019, 14:12 WIB

Museum Penanggulangan Terorisme Pertama di Dunia Ada di Bali

Arnoldus Dhae | Nusantara
Museum Penanggulangan Terorisme Pertama di Dunia Ada di Bali

MI/Arnoldus Dhae
Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menandatangani prasasti peresmian Museum Penanggulangan Terorisme di Denpasar, Bali.

 

MUSEUM Penanggulangan Terorisme diresmikan di Denpasar, Bali Rabu (27/11/2019). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose.

Hadir dalam peresmian tersebut antara lain para tokoh dari Polri seperti Komjen Purnawirawan Made Mangku Pastika, Komjen Purn. Gorries Mere, Bupati Gianyar, Bupati Badung, beberapa perwira dari Mabes Polri dan seluruh stakeholders lainnya. Banyak juga diundang para mantan anggota Polri yang pernah bekerja di kesatuan Detasemen Khusus Anti Teror, baik yang sudah pensiun maupun masih aktif.

Sementara isi museum penanggulangan terorisme antara mobil L-300 yang pernah dipakai oleh para bombers bom Bali 1, lengkap dengan isinya berupa bom, alat pemicu ledakan, replika para bombers mulai dari Amrozi, Ali Imron, Imam Samudera, Dr Azhari dan para pelaku lainnya. Di dinding museum diperlihatkan beberapa kisah peledakan, upaya pemberantasan, penangkapan dan hukuman mati. Beberapa bahan baku bom juga dipamerkan.

Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose mengatakan, Museum Penanggulangan Terorisme di Bali adalah museum pertama di Indonesia dan bahkan dunia.

"Ini museum pertama dari Bali untuk Indonesia dan dunia. Tujuannya adalah untuk mengenang apa yang sudah dilakukan para penegak hukum, apa yang sudah dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Antiteror seperti Densus 88, BNPT, Polda dan seluruh stakeholders lainnya yang telah bekerja keras untuk memberantas dan menanggulangi terorisme di Indonesia. Saya mencoba dengan inisiasi dari Polda Bali, menggambarkan secara criminal justice proccess, bagaimana Indonesia dan Bali khususnya menghadapi terorisme, dengan mengingat ratusan anggota Polri dan masyarakat sipil yang meninggal, ratusan yang terluka dan seterusnya," ujarnya.

Museum ini diresmikan untuk mengenang para pendahulu, termasuk anggota Polri yang gugur. Selain itu Museum ini juga bisa mengedukasi masyarakat tentang teknologi criminal justice process agar perlawanan terhadap teroris menjadi perlawanan bersama. Museum ini juga untuk mencegah penghilangan bukti sejarah yang diperoleh dari fakta pidana yang memiliki masa kadaluwarsa.

Menurut Golose, saat ini modus baru terorisme adalah menyerang anggota Polri dan aparat negara lainnya.

"Saya tegaskan bahwa anggota Polri tidak perlu takut sebab Polri bekerja untuk melindungi rakyat yang patut mendapat perlindungan, menjalankan amanat UU atau konstitusi negara. Jadi tidak perlu takut," ujarnya.

baca juga: Bawaslu Surakarta Optimalkan Pengawasan Berbasis Masyarakat

Sebagaimana layaknya sebuah museum, maka Museum Penanggulangan Terorisme ini akan terbuka untuk umum. Selain sebagai tempat wisata namun yang paling penting adalah mengedukasi masyarakat tentang bahaya terorisme dengan segala persoalannya. Masyarakat tidak boleh lupa dan tidak boleh lengah sebab Bali ini tetap akan menjadi terget sampai kapan pun. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More