Rabu 27 November 2019, 13:56 WIB

Belasan Rumah di Kabupaten Sukabumi Terdampak Pergerakan Tanah

Benny Bastiandy | Nusantara
Belasan Rumah di Kabupaten Sukabumi Terdampak Pergerakan Tanah

MI/Benny Bastiandy
Belasan unit bangunan rumah warga terdampak bencana tanah bergerak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

 

PERGERAKAN tanah melanda Kampung Babakan Sirna RT 03/06, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Belasan unit bangunan rumah warga terdampak bencana tersebut. Berdasarkan informasi, pergerakan tanah terjadi pada Selasa (26/11). Pada bagian dinding tembok rumah terdapat retak-retak. Beberapa bangunan rumah di antaranya ada yang mengalami kerusakan cukup parah dengan keretakan mencapai 10 sentimeter hingga 20 sentimeter.

"Ada sekitar 15 rumah warga yang mengalami kerusakan," kata petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihabudin, kepada
wartawan, Rabu (27/11/2019).

Hasil pengamatan di lapangan, sebut Sihabudin, meskipun terdapat keretakan pada bagian dinding tembok, tetapi rumah masih bisa ditempati penghuninya. Namun jika tak segera ditangani tak menutup kemungkinan pergerakan tanah akan kembali terjadi.

"Sejauh ini terpantau masih aman. Warga juga masih menempati rumah mereka. Tidak ada yang mengungsi. Tapi kalau dibiarkan, khawatir kerusakan makin meluas," tuturnya.

P2BK sudah berkoordinasi dengan pemerintahan desa serta pemerintahan kecamatan setempat. Sihabudin menyebutkan pergerakan tanah kemungkinan dipicu kondisi kemarau panjang yang hampir terjadi kurun 6 bulan terakhir.

"Selama kemarau itu tanah mengalami rekahan. Saat diguyur hujan deras, kemungkinan kondisi tanah menjadi jenuh hingga terjadi pergeseran," ungkapnya.

Warga dan pemerintahan setempat sudah meminta agar agar BPBD atau instansi teknis berkompeten mengkaji dan meneliti pergerakan tanah tersebut. Langkah tersebut untuk memastikan penyebab pergerakan tanah.

"Pemerintah setempat menginginkan ada penelitian khusus untuk mengetahui penyebab pergerakan tanah. Kami terus memantau perkembangannya," imbuhnya.

Sihabudin mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dengan potensi kebencanaan. Apalagi sekarang mulai turun hujan meskipun intensitasnya relatif masih rendah.

"Kami ingatkan masyarakat berhati-hati," pungkasnya.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, mengatakan Pemkab Sukabumi belum menetapkan status siaga banjir dan tanah longsor. Namun, BPBD Provinsi Jabar dan BMKG sudah mengimbau semua wilayah agar mempersiapkan diri menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi.

"Belum (ada penetapan status siaga banjir dan tanah longsor). Baru sebatas imbauan dari BPBD Provinsi Jawa Barat," kata Eka.

baca juga: Memasuki Musim Hujan Waspadai Hama Padi

Saat ini BPBD mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan yang sekiranya bakal diperlukan menghadapi musim hujan. Tak hanya kesiapan dari sisi personel saja, tapi juga peralatan.

"Jadi, saat nanti ada penetapan status, kami betul-betul sudah siap," tuturnya.

Kurun waktu sebulan terakhir terjadi berbagai bencana dampak turunnya hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, seperti tanah longsor dan pergerakan tanah. (OL-3)

 

Baca Juga

MI/Akhmad Safuan

Blora Tambah Ruang Karantina dan Siapkan Anggaran Rp16 Miliar

👤Akhmad Safuan 🕔Senin 30 Maret 2020, 08:04 WIB
Proyek-proyek yang dibiayai DAK dan pusat dialihkan untuk anggaran tanggap korona, yang nilainya kurang lebih Rp16...
MI/Supardji Rasban

Legislator Minta Walkot Tegal Harus Buka Pagar Beton di Jalan

👤Supardji Rasban 🕔Senin 30 Maret 2020, 07:58 WIB
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan/Dapil IX Jawa Tengah, Dewi Aryani. menyarankan agar Wali Kota Tegal melakukkan isolasi di wilayah...
ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Gubernur Khofifah Imbu Perantau dari Jatim Menunda Mudik

👤Antara 🕔Senin 30 Maret 2020, 06:46 WIB
Berdasarkan data, total ada 90 orang di Jatim terkonfirmasi positif terinfeksi virus korona bertambah 13 orang dari sehari sebelumnya yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya