Rabu 27 November 2019, 11:00 WIB

Perlu Dua Tahun Untuk Tetapkan Camat Boleng Jadi Tersangka

John Lewar | Nusantara
 Perlu Dua Tahun Untuk Tetapkan Camat Boleng Jadi Tersangka

MI/John Lewar
Camat Boleng, Bonaventura Abunawan ditetapkan sebagai tersangka kasus sengketa tanah ulayat di Mejerite Rangko, Labuanbajo, Manggarai Barat.

 

KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) resmi menetapkan camat Boleng, Bonaventura Abunawan sebagai tersangka dalam kasus pengklaiman tanah ulayat Mbehal berlokasi di Mejerite Rangko, Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Kasus tanah tersebut mencuat pada November 2017 yang berujung pada pertumpahan darah dan menewaskan dua orang penjaga tanah lahan milik salah seorang warga negara Australia itu. Kedua korban tewas diduga ditombak oleh pelaku yang masih kerabat Camat Bonaventura Abunawan dan keluarga Mbehal (penguasa tanah ulayat).

Kasus yang membeku selama dua tahun ini akhirnya bisa diungkap oleh aparat penyidik. Dari hasil pemeriksaan para saksi, polisi akhirnya menetapkan Camat Boleng, Bonaventura Abunawan sebagai tersangka pada 26 November 2019. Saat ini Bonaventura mendekam di penjara Polda NTT di Kupang.

"Maaf saya tidak bisa berkomentar tanyakan saja ke penasehat hukum saya," ujarnya singkat.

baca juga: Izin Cantrang Berakhir Desember, Nelayan Resah

Ia menjelaskan penasehat hukumnya Anthony Ali akan menemui Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula untuk membahas kasus yang menjeratnya. Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumowardono membenarkan bahwa Camat Boleng resmi menjadi tersangka dan telah ditahan di Polda NTT. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More