Selasa 26 November 2019, 23:33 WIB

Jadi Ketua IKA UT, Moeldoko : Kuliah Jarak Jauh Cocok di RI

Antara | Humaniora
Jadi Ketua IKA UT, Moeldoko : Kuliah Jarak Jauh Cocok di RI

Dok. Universitas Terbuka
Pengukuhan Moeldoko sebagai Ketua IKA UT

 

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko dikukuhkan menjadi Ketua Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) periode 2019-2024 menggantikan Linda Agum Gumelar.

"Ikatan alumni harus bisa menjadi organisasi yang menjembatani alumni dengan rektorat maupun rektorat ke alumni," ujar Moeldoko usai pengukuhan yang dipimpin langsung Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat, di Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Banten

Selain itu, ikatan alumni juga akan menjembatani antara kampus dengan pemerintah dan nonpemerintah. Semua itu dilakukan untuk kemajuan kampus.

"Kami akan sampaikan pada Menkominfo untuk memperhatikan jaringan internet di wilayah. Tidak hanya di Papua, mungkin di daerah lain juga mengalami kendala yang serupa," ujarnya.

Jika akses internet di Tanah Air, sudah baik, Moeldoko yakin semakin banyak masyarakat yang bisa kuliah di kampus tersebut. UT merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri (PTN), yang menyelenggarakan pendidikan jarak jauh secara penuh.

Baca juga : Transportasi Berbasis Rel Marak, UP Buka Prodi Perkeretaapian

Saat ini, jumlah mahasiswa UT di Tanah Air mencapai 500.000 mahasiswa. Menurut dia, seharusnya bisa lebih banyak lagi mengingat potensi masyarakat Indonesia.

Ia juga membandingkan jumlah mahasiswa di perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan jarak jauh seperti di India dan Australia, yang mempunyai mahasiswa mencapai empat juta mahasiswa.

"Indonesia memiliki penduduknya banyak. Seharusnya jumlah mahasiswa UT juga lebih banyak lagi," kata dia.

Moeldoko merupakan lulusan Sarjana Ilmu Pemerintahan dari Universitas Terbuka. Dalam kesempatan itu, Moeldoko mengajak lulusan untuk bangga menjadi alumni UT, karena banyak menghasilkan alumni yang berkiprah di berbagai bidang. (Ant/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More