Rabu 27 November 2019, 07:00 WIB

Media Group Gelar Workshop Pengelolaan Sampah

(Rif/H-3) | Humaniora
Media Group Gelar Workshop Pengelolaan Sampah

MI/PERMANA
diskusi bertajuk Jadikan Sampah Organik dan Anorganik kembali Bermanfaat, di Gedung Media Group, Kedoya, Jakarta, kemarin

 

MEDIA Group menyelenggarakan pelatihan kepada karyawan untuk mengelola sampah organik dan anorganik agar menjadi hal yang bermanfaat di kompleks Media Group di Jakarta Barat, kemarin.

Pelatihan yang bertema Workshop do it yourself: jadikan sampah organik dan anorganik kembali bermanfaat diberikan Biomagg dan Waste for Change.

"Di setiap tempat rata-rata menghasilkan foodwaste (sampah sisa makanan), ke-rap kali hal ini ditemukan di hotel-hotel, tempat makan, maupun pasar-pasar," kata staf Research and Development Biomagg, Riyadlus Sholihah.

Sholihah mengungkapkan, pihaknya memiliki sebuah sistem pengelolaan sampah organik dengan teknologi biokonversi yang dapat dilakukan masyarakat dan mudah diterapkan di lingkungan perumahan untuk dapat mengurangi sampah organik.

"Kita mengolah sampah organik menjadikan makanan larva, kita melakukan ternak larva lalat tentara hitam (maggot). Maggot bisa kita jadikan pakan ternak karena kandungan protein baik untuk unggas," jelas Sholihah.Biomagg mempunyai kapasitas kelola sampah organik 1,5 ton per hari.

Sementara itu, untuk mengatasi sampah anorganik, Program Development dan Partnership Waste for Change Faiza Fauziah mengatakan pihaknya dapat melakukan reuse pada sampah-sampah anorganik.

"Kami menyediakan jasa pengelolaan sampah secara holistik, mulai dari kampanye, edukasi ke sekolah, training, serta juga kita menyediakan pengelolaan sampah harian," sebut Fazia.

Ia menjelaskan, sampah plastik itu ada dua tipe yakni sampah yang high value dan sampah low value.

"Kalau sampah plastik masih bersih, bisa diterima menjadi bahan-bahan daur ulang seperti tas. Tapi, kalau udah kotor, jadi residu. Untuk residu, kita bermitra dengan pihak lain sehingga tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir," terangnya. (Rif/H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More