Selasa 26 November 2019, 23:12 WIB

Guru Diimbau Ciptakan Suasana Belajar Menyenangkan

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Guru Diimbau Ciptakan Suasana Belajar Menyenangkan

Antara
Suasana belajar di Desa penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), Kelompang Jaya, Tebo, Jambi, Selasa (26/11)

 

PUSAT pengembangan dan pemberdayaan pendidikan dan tenaga kependisikan (PPPPTK) IPA menggelar Simposium Nasional bagi Guru IPA dengan mengusung tema Guru Penggerak Indonesia Maju. Simposium ini dihadiri 400 guru IPA dari SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia yang karyanya telah memenuhi persyaratan.

Kepala PPPPTK IPA Enang Ahmadi mengatakan, acara yang diadakan setiap tahun ini bertujuan untuk memberi ruang bagi para guru untuk saling bertukar pikiran dan mengembangkan inovasi.

“Kami memberi ruang supaya guru-guru bisa bergerak, kita siapkan jalannya dan fasilitasnya, supaya pendidikan sains juga terbuka,” kata Enang dalam acara Simposium Nasional Guru IPA 2019 di Hotel Mercure Batavia, Jakarta, Selasa (26/11).

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Supriano meminta para guru agar dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menghilangkan mindset bahwa guru IPA menyeramkan.

“Ini (mindset) yang harus dihilangkan, apalagi saat ini guru sebagai penggerak. Jangan sampai anak-anak masuk ruang kelas malah stres,” tuturnya.

Supriano menambahkan, guru harus bisa mengikuti perkembangan teknologi dan zaman, serta terus berinovasi, meninggalkan cara mengajar lama yang monoton. Selain itu, para guru juga harus bekerja dengan hati, sebab karakter, perilaku, dan akhlak yang dimiliki guru yang tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi secanggih apapun.

“Ke depan, bangun komunikasi antara guru dengan guru, bangun komunikasi antara guru dengan siswa, ini harus dibangun apalagi pelajaran sains,” tandasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More