Selasa 26 November 2019, 22:54 WIB

Anies Diminta Jangan Buat Kebijakan yang Menakutkan Pengusaha

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Anies Diminta Jangan Buat Kebijakan yang Menakutkan Pengusaha

Antara
Prasetyo Edi Marsud

 

KETUA DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menyinggung Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta terkait pendapatan pajak hotel dan hiburan. Ia meminta Pemprov DKI tidak membuat kebijakan yang menakutkan para pengusaha yang ingin berinvestasi di Jakarta.

"Kalau saya lihat ini kerja lu cuma normatif bos. Jangan pengusaha ditakut-takutin. Ada oknum oknum pemerintah DKI yang datang ke lokasi tempat usaha. Misalnya soal rokok," kata Prasetyo saat rapat Badan Anggaran APBD 2020 di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Selasa (26/11).

Prasetyo menyoroti soal aturan penyediaan tempat rokok yang tidak jelas di beberapa tempat. Ia meminta Pemprov DKI jangan membuat peraturan yang coba-coba, yang membuat pelaku usaha kehilangan minat.

"Soal pajak hiburan, contoh di Hyatt, ada bar jual wine dan rokok, tapi dia enggak bisa ngisep rokok. Coba kasih mereka kesempatan untuk menyediakan smoking area dan nonsmoking (yang jelas)," jelas Prasetyo.

Pada pemaparan yang ditampilkan Badan Pajak dan Retribusi DKI Jakarta APBD-P 2019 untuk pendapatan pajak hotel sebesar Rp1,8 triliun namun dalam realisasinya hanya mampu Rp1,5 triliun.

"Saya minta pak Sekda bilangin Pak Gubernur buat peraturan jangan subjektif tapi objektif. Karena merugikan itu pajak rokok. Ini sensitif sekali karena soal (pengurangan) pendapatan. Penekanannya jangan normatif," tandas Prasetyo. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More