Rabu 27 November 2019, 05:50 WIB

Kilang Balikpapan Jadi Alternatif ke Aramco

(Hld/E-2) | Ekonomi
Kilang Balikpapan Jadi Alternatif ke Aramco

. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.
KILANG MINYAK UNIT PENGOLAHAN V PERTAMINA BALIKPAPAN

 

PERTAMINA akan coba menawarkan kerja sama proyek rencana induk pengembangan kilang (refinery development master plan/RDMP) Balikpapan ke Saudi Aramco. Pasalnya, hingga kini Pertamina dan Aramco belum juga mencapai kesepakatan atas valuasi aset dan pemisahan (spin off) aset di proyek kilang Cilacap.

Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan masih ada waktu hingga akhir tahun ini untuk tercapainya kesepakatan pengembangan kilang Cilacap. Namun, jika itu tak tercapai, proyek kilang Balikpapan akan menjadi opsi berikutnya untuk ditawarkan.

"Jika tidak terjadi kesepakatan dengan valuasi aset pada kilang Cilacap, akan ditawarkan opsi lain seperti skema pembangunan Balikpapan. Jadi, existing kilangnya ini tidak di-spin off, skemanya nanti membangun bersama untuk yang kilang baru saja (Balikpapan)," ucap Nicke di sela acara Pertamina Energy Forum 2019 di Jakarta, kemarin.

Investasi proyek RDMP Cilacap diperkirakan mencapai US$5 miliar. Itu untuk meningkatkan kapasitas kilang Cilacap, dari 348.000 barel per hari jadi 400.000 barel per hari.

Pertamina dan Aramco pun sudah membentuk perusahaan patungan sejak Desember 2016 untuk pembiayaannya.

Namun, perkembangan terakhir, kedua perusahaan masih berkeras pada posisi penawaran masing-masing. Pertamina mengajukan valuasi aset kilang Cilacap sebesar US$5,6 miliar, sedangkan Aramco kukuh pada penawaran US$2,8 miliar.

Menurut Nicke, bila kesepakatan valuasi masih buntu, kerja sama kilang Balikpapan akan jadi jalan keluar bagi keduanya untuk tetap melanjutkan kerja sama.

Jika pada akhirnya kedua perusahaan setuju, sambung dia, kerja sama kilang Balikpapan tidak akan serumit kilang Cilacap. Pasalnya, kerja sama kali ini tidak membutuhkan kesepakatan valuasi di antara kedua perusahaan migas itu.

"Ini kerja sama hanya untuk pembangunan kilang-kilang baru saja. Jadi, existing kilangnya tidak di-spin off," jelasnya.

Pekan lalu, seusai mengikuti rapat di Kantor Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, PlT Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengungkapkan pemerintah sudah siapkan penawaran alternatif ke Aramco. (Hld/E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More