Selasa 26 November 2019, 22:35 WIB

Penanaman Pancasila kepada Milenial Dapat Libatkan Influencer

Antara | Humaniora
Penanaman Pancasila kepada Milenial Dapat Libatkan Influencer

Ist
Peneliti dari Pusat Studi Keamanan Nasional Universitas Bhayangkara, Indah Pangestu Amaritasari.

 

PENELITI dari Pusat Studi Keamanan Nasional Universitas Bhayangkara, Indah Pangestu Amaritasari, mengatakan, orang yang berpengaruh di media sosial atau kerap disebut influencer dapat dilibatkan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan memperkuat wawasan kebangsaan kepada generasi milenial.

Menurut dia, hal ini disebabkan generasi milenial lebih familiar dengan dunia digital, penggunaan internet, serta dipengaruhi oleh media-media sosial.

"Kalangan milenial ini sangat familiar dengan digital dan siber. Artinya, dalam memperkuat wawasan kebangsaan kepada mereka harus memperhatikan penggunaan media-media ini termasuk misalnya pelibatan influencer media di dalamnya," kata wanita yang juga aktif di Yayasan Pingo Indonesia di Jakarta, Selasa (26/11).

Indah menyampaikan bahwa dalam hal penguatan wawasan kebangsaan, penanaman nilai-nilai Pancasila, peran pemerintah sangat penting apalagi untuk melawan penyebaran paham ekstrimisme.

Tentunya dukungan masyarakat juga sangat vital dalam berkolaborasi membangun strategi dan melaksanakannya bersama dalam mengantisipasi ideologi ekstremisme berbasis kekerasan yang mungkin mengarah pada terorisme, katanya.

Menurutnya, saat ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus menguatkan perannya dalam penanggulangan ekstremisme dan terorisme di Tanah Air.


Baca juga: Appreciation Day 2019, Bentuk Apresiasi Kemensos pada SDM PKH


Untuk hal ini, BNPT melakukan sinergi dengan kementerian/lembaga (K/L) dan juga masyarakat untuk menyusun Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme yang Mengarah Pada Terorisme (RAN PE).

"RAN PE ini adalah rencana disusun sebagai bagian dari solusi mengatasi masalah yang berhubungan dengan terorisme itu sendiri. Dan ini di inisiasi sejak 2017 dan juga melibatkan K/L serta masyarakat sipil," katanya.

Indah mengatakan, intisari dari rencana aksi ini adalah pendekatan pemerintah dan pendekatan masyarakat.

"Dan itu kita lakukan dalam penyusunan rencana aksi ini," ujar Indah yang juga salah satu tim ahli penyusunan RAN PE ini.

Indah menyampaikan bahwa RAN PE yang disusun saat ini awalnya mengusung empat pilar utama dengan masukan dari berbagai pihak yaitu pencegahan yang diantaranya kesiapsiagaan, kontra radikalisasi, deradikalisasi dan perlindungan.

Kemudian di pilar berikutnya memasukkan deradikalisasi itu sendiri. Kemudian pilar ketiga adalah penegakan hukum, penguatan kerangka legislasi. Dan pilar keempat adalah kemitraan dan kerja sama internasional. (OL-1)

Baca Juga

DOK KEMENAG

Penyiapan Akomodasi Jemaah Haji Indonesia di Mekah Hampir Final

👤Siswantini Suryandari 🕔Senin 30 Maret 2020, 07:30 WIB
Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali mengatakan sampai saat ini sudah ada deal atau kesepakatan harga untuk 204.755 orang atau sekitar...
Duta

Pecandu Internet Malas Belajar

👤Science Daily/Nur/X-7 🕔Senin 30 Maret 2020, 06:45 WIB
Sebanyak 285 mahasiswa berpartisipasi dalam penelitian itu, dengan 25% di antaranya daring lebih dari 4 jam sehari dan sisanya satu hingga...
MI/Lilik Darmawan

Pasien Sembuh Bertambah Jadi 64 Orang

👤Fer/BN/RK/PO/JL/HT/KG/X-7 🕔Senin 30 Maret 2020, 06:40 WIB
Kini mereka sudah di rumah masing-masing, akan tetapi masih dalam pantauan. Mereka tetap diminta mengisolasi diri secara mandiri terlebih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya