Selasa 26 November 2019, 20:48 WIB

Media Group Berikan Workshop Mengelola Sampah Pada Karyawan

Rifaldi Putra Irianto | Humaniora
Media Group Berikan Workshop Mengelola Sampah Pada Karyawan

MI/PERMANA
Diskusi bertajuk" Jadikan Sampah Organik Dan Anorganik Kembali Bermanfaat di Gedung Media Group

 

DALAM memberikan pendidikan kepada karyawan mengenai pemanfaatan sampah organik dan anorganik menjadi hal yang bermanfaat Media Group mengadakan Workshop "Do It Yourself : Jadikan Sampah Organik dan Anorganik Kembali Bermanfaat".

Adapun pada kegiatan tersebut dari pemanfaatan sampah organik, menghadirkan pembicara dari Biomegg dimana merupakan perusahaan yang fokus pada sistem pengolahan sampah organik dengan teknologi biokonversi untuk menghasilkan sumber protein terbarukan dan pupuk alami dengan menggunakan lalat tentara hitam atau yang disebut black soldier fly.

"Di setiap tempat rata-rata menghasilkan foodwaste (sampah sisa makanan), kerap kali hal ini ditemukan seperti di Hotel-hotel, tempat makan maupun pasar-pasar," kata Research and Development Biomagg, Riyadlus Sholihah, Jakarta, Selasa, (26/11).

Lihah menjabarkan, pihaknya memiliki sebuah sistem pengelolaan sampah organik dengan teknologi biokonversi, yang dapat dilakukan oleh masyarakat khususnya karyawan media group yang dapat diterapkan di lingkungan perumahan untuk dapat mengurangi sampah organik.

"Jadi dari Biomegg kita mengolah sampah organik menjadikan makanan larva, kita melakukan ternak larva lalat tentara hitam (Maggot) kemudian Maggot bisa kita jadikan pakan ternak (unggas) dan itu kandungan protein baik untuk unggas, dan kemudian dari Maggot yang kita berikan pangan hasil pembuanganya dapat kita jadikan pupuk, dan tanaman yang menggunakan pupuk maggot akan lebih bagus dibadingkan yang menggunakan pupuk organik," jelasnya.

Dikatakanya, Saat ini Biomagg mempunyai kapasitas kelola sampah organik 1,5 ton per hari. Dari jumlah tersebut, maggot yang didapat sekitar 10% dari berat sampah karena keberadaan maggot sangat bergantung pada sampah organik sebagai bahan makanan maggot.

Selain itu, dihasilkan pupuk cair dan pupuk padat. Besarannya sekitar 20% dari bobot sampah, sedangkan pupuk padat dari kotoran maggot dengan hitungan 10% dari berat sampah.

"Kalau misalnya pupuk magot ini tanahnya akan lebih subur kalao ga menggunakan pupuk kan tidak ada unsur tambahan yaa, tidak ada nutrisi tambahan, kalau pupuk kimia akan mengakibatkan penemaran, nah ini makanya cukup bermanfaat, " ucapnya.

Sementara itu untuk mengatasi sampah anorgani, Program Development dan Partnership Waste for Change Faiza Fauziah. mengatakan pihaknya dapat melakukan Reuse pada sampah-sampah anorganik.

"Kami di Waste For Change menyediakan jasa pengelolaan sampah secara holistik, mulai dari kampanye, edukasi bahkan ke sekolah-sekolah, kita juga menyediakan training serta juga kita menyediakan pengelolaan sampah harian," sebut Fazia.

"Berbicara sampah plastik, itu sebenarnya ada dua tipe yakni high value dan low value kalau sampah plastik masih bersih. Itu masih bisa diterima menjadi bahan-bahan daur ulang seperti tas, Tapi kalau udah kotor itu ujungnya masuk residu, Kita kalau residu ada mitra dengan menggunakan teknologi yang bekerja sama dengan pabrik semen, sehingga tidak langsung di buang ke Tempat Pembuangan Akhir," tukasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More