Selasa 26 November 2019, 20:25 WIB

Rencana Tambah Wamen, Pakar : Belum Ada Urgensinya

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Rencana Tambah Wamen, Pakar : Belum Ada Urgensinya

Antara/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo saat memperkenalkan 12 wakil menteri

 

PENGAMAT kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengkritik rencanan Presiden Joko Widodo yang akan menambah posisi wakil menteri (wamen) di Kabinet Indonesia Maju. Menurutnya, tidak ada urgensi untuk menambah posisi wamen.

Menurutnya, kementerian yang membutuhkan wamen tergantung beban kerja yang harus diselesaikan. Namun, untuk saat ini dia memandang tidak ada kementerian membutuhkan wamen.

“Selain menambah beban anggaran negara, saya melihat tidak ada urgensi untuk menambah posisi wamen. Penambahan itu justru mempersulit dari sisi birokrasi,” kata Trubus saat dihubungi.

Trubus menambahkan, setiap menteri sudah memiliki bawahan struktural yaitu direktur jenderal atau deputi yang menangani masing-masing sektor yang menjadi tanggungjawabnya. Dengan begitu, sebaiknya para menteri mengoptimalkan peran bawahan struktural tersebut.

“Lalu ketika ada dirjen, birokrasi akan menjadi lebih sulit,” jelasnya.

Baca juga : Terlalu Dini Menilai Kinerja Kabinet Indonesia Maju

Menurutnya, pengangkatan wamen justru bertolak belakang dengan rencana Presiden Jokowi yaitu menyederhanakan jabatan eselon pada instansi pemerintah agar efisien.

“Kan maksudnya merampingkan jalur birokrasi dan memangkas eselon, tapi ada wamen. Ini inkonsistensi dengan apa yang diinginkan pak Jokowi,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi juga sudah menunjuk dan melantik 12 wakil menteri untuk 11 kementerian. Presiden dikabarkan akan mengangkat beberapa posisi wamen di kabinet Indonesia Maju.

Kementerian yang sudah dipastikan ada posisi wamen yakni Kementerian Riset dan Teknologi serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal itu mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) yang sudah diteken Jokowi di dua kementerian itu.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman membenarkan bahwa dengan terbitnya perpres itu, Jokowi akan menunjuk Wakil Menristek untuk mendampingi Menristek Bambang Brodjonegoro.

Baca juga : Puan Kritik Penambahan Wakil Menteri

Pengisian posisi ini sudah diproses bersamaan dengan Wakil Mendikbud dan Wakil Panglima TNI yang aturannya juga sudah terbit.

"Wamendikbud perpresnya dengan Wamenristek. Kemudian satu Wakil Panglima. Sekarang semuanya sudah diproses," kata Fadjroel.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung membenarkan Jokowi telah mengantongi nama-nama wamen. Meski demikian, tidak diketahui berapa jumlah nama yang dipegang oleh Jokowi serta latar belakang wamen tersebut.

"Ya Wamennya sudah ada, sesuai dengan jumlah yang ada," kata Pramono.

Adapun pengumuman wamen itu, kata dia, akan dilakukan usai Jokowi membenahi masalah ekonomi khususnya terkait BUMN. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More