Selasa 26 November 2019, 20:07 WIB

Potensi Migas Besar, Produksi Turun

Ardi Teristii Hardi | Nusantara
Potensi Migas Besar, Produksi Turun

MI/Ardi Teristi Hardi
Pembukaan Joint Convention Yogyakarta 2019

 

PRODUKSI Minyak Indonesia terus menurun, padahal potensi penemuan cadangan minyak baru sangat besar

"Potensinya sangat besar. Kita kan punya 128 cekungan, sekarang yang dieksploitasi baru 54 cekungan. Jadi ada 74 cekungan ke depan," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, di Yogyakarta, Selasa (26/11).

Tantangan menemukan cadangan minyak baru sangat besar karena kita membutuhkan investor-investor yang mempunyai kekuatan finansial. Pasalnya, untuk menemukan cadangan minyak baru membutuhkan nafas yang panjang.

"Dengan convention ini, kita harap kawan-kawan nanti menyampaikan ide-idenya agar kita bisa akselerasi terhadap upaya-upaya peningkatan
produksi ini," paparnya dalam pembukaan Joint Convention Yogyakarta 2019 (JCY 2019).

Ia menyebut, produksi minyak ada tambahan, tetapi penurunan tidak tidak terhindari. Analisis dari rencana umum energi nasional, produksi
diperkirakan sudah di bawah 700 ribu barel perhari.

"Berkat perjuangan bersama, kita tidak decline sampai 20 persen atau 12 persen, tapi kita bisa memaintain decline 3-5 persen," kata dia.

SKK Migas, tambahnya, harus menjadi smart organization sehingga bisa membangun second golden era minyak yang mencapai 1 juta barel perhari.

Sementara itu, untuk gas, kata dia, Indonesia sudah mampu ekspor. "Jadi kalau kita combine (minyak dan gas), sesuguhnya ini balance antara impor dan ekspornya," kata dia.

Untuk gas, Indonesia punya potensi yang besar dengan sudah mulai garap proyek untuk blok masela. Blok masela akan bisa menambah produksi 9,5 juta ton per tahun untuk LNG dan 150 juta standard cubic feet per day/MMSCFD) untuk gas pipa.

Kendala yang dihadapi untuk menarik investor, lanjut dia, harga minyak yang masih ada cenderung turun sehingga investor masih berhitung. Namun, SKK Migas berupaya menciptakan iklim investasi yg baik untuk menarik investor.

Manfaat 20 billion USD di Masela yang masuk membuktikan, investasi di indonesia sangat menarik, khususnya di laut dalam dan Indonesai bagian Timur. "Saya kira ini menjadi momentum untuk bisa menarik investor ke depan yang lebih baik," kata dia.

Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Rudy Suhendar menyebut, kondisi saat ini, selang 18 tahun sejak penemuan lapangan gas abadi, cadangan migas dengan jumlah yang signifikan belum ditemukan lagi.

"Sejak 10 tahun terakhir cadangan migas nasional terus mengalami penurunan," kata dia.

Pada penghujung tahun 2016 cadangan minyak Indonesia tercatat sebesar 3.6 miliar barel dan gas sebesar 103 TCF. Pada September 2019, lifting minyak tercatat hanya 745 ribu barel perhari dan lifting gas 1,05 juta barel perhari. (OL-11)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More