Selasa 26 November 2019, 18:50 WIB

Hanura, PKPI dan PBB Minta Jatah, Istana Siapkan Posisi di KSP

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Hanura, PKPI dan PBB Minta Jatah, Istana Siapkan Posisi di KSP

Antara
Moeldoko

 

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, sejumlah partai politik pendukung Joko Widodo telah menyodorkan nama-nama kadernya untuk mengisi posisi di Kantor Staf Presiden (KSP).

“PKPI sudah menyodorkan nama. Saya juga sudah tanya ke PBB, Hanura, juga sudah ada," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/11).

Namun, Moeldoko enggan menyebut berapa jumlah yang diusulkan setiap parpol itu. Ia juga mengaku lupa saat ditanya nama-nama kader yang diusulkan.

Di sisi lain, Moeldoko mengakui, ada upaya pemerintah untuk memberi kesempatan bagi parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf yang belum mendapatkan jatah kursi.

“Yang belum terakomodasi dalam pemerintahan. Ini (KSP) kan salah satu tempat yang parpol bisa partisipasi di sini," kata Moeldoko.

Namun, Moeldoko menegaskan, seluruh kader yang diusulkan itu harus tetap melalui proses seleksi untuk menjabat sebagai tenaga ahli di KSP.

“Kalau enggak lulus, ya enggak lulus. Jangan sampai nanti parpol tidak profesional,” ujarnya.

Saat ini, kata Moeldoko, ada sekitar 1.300 pelamar tenaga ahli KSP termasuk dari masyarakat umum. Dari total pelamar, hanya 60 orang yang akan direkrut.

Moeldoko menuturkan akan melakukan seleksi seperti tes, wawancara, dan presentasi mengenai problem solving, value yang dimiliki pelamar, spirit dalam bekerja, dan loyalitasnya terhadap organisasi.

“Ada presentasi dalam rangka problem solving, ada value seseorang yang dia miliki. Bagaimana tentang spirit bekerjanya, bagaimana loyalitasnya terhadap sebuah organisasi saat ini dia bekerja. Kemudian nilai-nilai integrity, makanya nanti kita ada pakta integritas, semuanya dilihat oleh tim kita," ujar dia. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More