Selasa 26 November 2019, 16:27 WIB

Tito: Jakarta Kayak Kampung Jika Dibanding Beijing dan Shanghai

M. Iqbal Al Machmudi | Megapolitan
Tito: Jakarta Kayak Kampung Jika Dibanding Beijing dan Shanghai

MI/Susanto
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

 

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sempat membandingkan kondisi Jakarta dengan Kota Shanghai, Tiongkok. Hal itu diungkapkan Tito saat agenda Kongres Asosiasi Pemerintah Provinsi (APPSI) ke-VI yang juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Pak Anies, saya yakin Pak Anies sering ke China, balik Beijing -Shanghai, kalo kita lihat ke Jakarta kayak kampung dbanding dengan Shanghai," ucap Tito di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (26/11).

Mantan Kapolri tersebut menceritakan perkembangan kondisi Shanghai dari tahun ke tahunnya yang mengalami kemajuan pesat walau negara tersebut tidak menganut sistem demokrasi seperti Indonesia.

"Di negara-negara lain non demokrasi, yang dianggap sistemnya tidak tepat untuk kesejahteraan rakyat, terbalik. di Tiongkok (China) yang hanya 1 partai, non demokrasi, itu melompat ekonominya," ujar Tito.

Sehingga dampak yang terjadi berkembangnya kelola lingkungan di China yang membaik, akibat melompatnya ekonomi di negeri tirai bambu tersebut.

Hal tersebut ia ceritakan dalam pengalamannya saat menempuh sekolah staf dan komando (Sesko) di Australia tahun 1998. Yang menyebutkan bahwa China disebut-sebut akan menjadi negara besar dan menjadi ancaman.

"Setiap hari yang dibicarakan adalah ancaman China ancaman China, ancaman ekonomi dan militer China. kenapa? dia akan berkembang besar," ungkapnya.

"Tahun 1998 saya masih ingat, saya kebetulan Sesko di Australia saat itu, studi banding ke China. Beijing dan Shanghai masih banyak yang naik sepeda. Dengan Jakarta, Beijing kayak kampung. rumah-rumah kumuh, sungai yang kotor hitam, banyak dimana-mana, sepeda masih di jalan," tambahnya.

Namun, Tito percaya akan hal itu karena ia menilai bahwa Kota Beijing dan Shanghai masih tertinggal. Dilihat kondisi pemukiman disana pun masih perkampungan.

"Dua tahun kemudian tahun 2000 saya datang ke sana (China) dalam rangka investigasi sebagai penyidik. Motor sudah mulai banyak. tahun 2004 mulai mobil-mobil sudah banyak. Masih mobil gak begitu bagus. beberapa tahun kemudian datang lagi mulai transportasi infrastruktur, mobil-mobil mengkilat sudah banyak sekali," tandasnya.

Seiring berjalannya waktu Tito melihat perbandingan dari tahun ke tahun kondisi yang dialami China penuh dengan kemajuan dan membandingkan Kota Beijing setara dengan Washington DC dan Shanghai mirip dengan New York di Amerika Serikat.

"Tahun kemarin saya datang ke sana (China) dalam rangka interpol conference di hotel yang sama, saya melihat sungai yang sama, suda banyak orang yang berenang di situ. Airnya bersih, jernih, dulunya hitam pekat. Kemudian kita melihat Beijing sudah mirip-mirip seperti Washington DC. Shanghai sudah mirip-mirip New York," tutupnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More