Selasa 26 November 2019, 14:08 WIB

Gempa 6,4 SR Albania Terasa ke Seluruh Negara Balkan

Melalusa Susthira K | Internasional
Gempa 6,4 SR Albania Terasa ke Seluruh Negara Balkan

AFP/Gent Shukullaku
Warga berkumpul di luar ruangan usai gempa mengguncang Albania

 

GEMPA berkekuatan 6,4 skala Richter melanda Albania pada Selasa (26/11). Guncangan gempa menyulut kepanikan di ibu kota Tirana dan kota pesisir Durres serta menyebabkan satu bangunan tinggi runtuh.

Pusat Seismologi Eropa-Mediterania menyebut gempa dangkal menghantam sekitar 34 kilometer barat laut Tirana pada dini hari dan membuat orang-orang berlarian ke jalan-jalan. Guncangan gempa juga diikuti beberapa gempa susulan, termasuk salah satunya yang berkekuatan 5,3 magnitudo.

"Ada kerusakan yang cukup besar," terang juru bicara Kementerian Pertahanan Albana Qajahaj kepada AFP, Selasa (26/11).

Kementerian Pertahanan Albania melaporkan sebuah hotel tingkat tiga di Durres runtuh, sementara bangunan lain di pusat kota rusak parah. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Thumana, sekitar 30 kilometer dari Tirana.

Menteri Kesehatan Albania Ogerta Manasterliu mengatakan sedikitnya 50 orang cedera ringan dirawat di rumah sakit ibu kota. Namun, sampai saat ini, belum ada informasi terkait jatuhnya korban jiwa.

Baca juga: Gempa 6,4 SR Guncang Albania

Guncangan gempa yang melanda Albania tersebut bahkan terasa di seluruh negara-negara Balkan, mulai dari Sarajevo hingga Bosnia. Bahkan menurut laporan media lokal dan media sosial, guncangan gempa juga terasa sampai di kota Novi Sad, Serbia, yang terletak hampir 700 kilometer.

September lalu, gempa berkekuatan 5,6 magnitudo juga mengguncang wilayah sama dengan lokasi gempa kali ini. Pihak berwenang menggambarkannya sebagai gempa terkuat dalam 20 hingga 30 tahun terakhir.

Negara-negara di daerah Balkan rentan terhadap aktivitas seismik dan kerap diguncang oleh gempa bumi. (afp/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More