Selasa 26 November 2019, 13:53 WIB

Jonan dan Susi Dilaporkan akan Jadi Pimpinan BUMN

Antara | Ekonomi
Jonan dan Susi Dilaporkan akan Jadi Pimpinan BUMN

ANTARA/Aditya Pradana Putra
Staf Khusus Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga (tengah)

 

KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginginkan adanya evaluasi terhadap perusahan-perusahaan BUMN. Karenanya, sejumlah nama mantan menteri disebut masuk dalam bursa perusahaan pelat merah, seperti Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

“Kita mengevaluasi BUMN-BUMN lain setelah lima yang besar, mau Garuda dan lain-lain, kita evaluasi semua,” kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (26/11).

Jonan disebut-sebut akan ditempatkan sebagai komisaris Garuda Indonesia, sementara itu Susi dikabarkan akan menjadi komisaris Perum Perikanan Indonesia (Perindo).

Setelah merombak lima besar BUMN di antaranya PT PLN, PT Pertamina, Bank Mandiri, Inalum, dan BTN, saat ini, Kementerian BUMN juga akan meengevaluasi BUMN lainnya.

“Nanti lihat saja, masih belum diketahui,” katanya.

Baca juga: BTP Hadir di Pertamina Energy Forum

Arya mengatakan kepastiannya setelah Menteri BUMN Erick Thohir kembali dari Korea Selatan pada 29 November mendatang.

Selain Jonan dan Susi, mantan menteri yang dikabarkan masuk bursa perusahaan BUMN adalah Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang disebut akan memimpin PLN.

Arya mengaku belum menerima surat resmi bahwa sosok yang kerap disapa Chief itu akan dilantik menjadi Dirut PLN. Ia masih menunggu keputusan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Karena suratnya belum kami lihat. Surat kan sampainya ke Pak Erick Thohir. Pak Erick masih di luar negeri jadi kita nunggu Pak Erick turun dari Korea sampai Jakarta baru kita lihat suratnya itu, karena strategis langsung ke Pak Menteri, baru kita tahu isinya, karena pasti isinya enggak hanya masalah Dirut tapi semua, supaya klop apa saja yang ada itu bisa kita ketahui,” katanya.

Namun, Arya membenarkan Kementerian BUMN telah mengirimkan tiga nama kepada Presiden Joko Widodo, termasuk Rudiantara.

“Pasti sesuai aturan biasa dilakukan BUMN untuk direksi ada proses itu termasuk beberapa nama yang kita usulkan kepada presiden. Kita lihat saja nanti, kita lihat, pasti kalau beliau jadi pasti nama beliau ada di situ,” katanya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More