Selasa 26 November 2019, 13:17 WIB

Indonesia Genjot Produksi Minyak 1 Juta Barrel Per Hari

Agus Utantoro | Nusantara
Indonesia Genjot Produksi Minyak 1 Juta Barrel Per Hari

MI/Ardi Teristi Hardi
Pembukaan Joint Convention Yogyakarta 2019 di Yogyakarta, Selasa (26/11/2019).

 

INDONESIA saat ini memproduksi minyak sekitar 748 juta barel minyak per hari dan 7,2 miliar standar kaku kubik gas per hari. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (26/11/2019) menjelaskan angka ini menggambarkan adanya penurunan secara total hingga 5 persen dibandingkan dengan angka produksi tahun lalu.

"Oleh karena itu, Indonesia memerlukan rencana jangka panjang dan bagaimana kita bersikap ke depannya terhadap kondisi tersebut," katanya.

Usai membuka Joint Convention Yogyakarta 2019 di sebuah hotel di Yogyakarta, Dwi Soetjipto mengatakan setidaknya ada empat hal yang menjadi rencana jangka panjang utama saat ini. Empat hal itu adalah menjaga tingkat produksi, mengubah resources menjadi reserves, EOR (Enhanced Oil Recovery) dan eksplorasi yang masif.

Joint Convention merupakan sebuah event gabungan antara IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia), HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia), IATMI (Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia), dan IAFMI (Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Migas Indonesia)

Lebih lanjut, Dwi mengatakan dalam menjaga produksi, manajemen reservoir sangat penting saat ini. Apalagi didukung dengan pengaktifan kembali sumur dan lapangan yang akan mati, inovasi dan teknologi terbaru, dan percepatan perpanjangan blok. Hal ini dapat membantu tingkat produksi yang lebih stabil.

Untuk menekan natural decline rate, ada cara lain yaitu dengan mempercepat perubahan status resources menjadi reserves.

"Oleh karena itu, di sini kita akan bersama-sama membahas tentang bagaimana memaksimalkan sumberdaya yang belum dikembangkan," ungkapnya.

Selain itu, menurut Dwi langkah lainnya adalah eksplorasi yang  merupakan strategi jangka paling panjang. Sebab dengan eksplorasi hari ini, maka hasil yang akan dirasa adalah beberapa tahun kedepan.

"Dengan penemuan-penemuan eksplorasi saat ini, artinya di beberapa tahun ke depan, kita pasti akan menikmati apa yang telah kita temukan di hari ini melalui kegiatan eksplorasi," tegasnya.

Menurut Dwi, Indonesia terbukti memiliki  puluhan, bahkan ratusan cekungan migas. Namun puluhan bahkan ratusan cekungan tersebut, tidak lebih dari seperlima cekungan yang sudah memproduksi migasnya.

"Masih sangat banyak cekungan yang perlu dilakukan eksplorasi dan juga dikembangkan," jelasnya.

Dalam dua tahun ini, SKK Migas sudah mengumpulkan para ahli di dunia migas untuk berkumpul bersama mendiskusikan berbagai macam subsurface dan teknologi dalam acara G&G Days 2019 dan Technology Days 2019. Dari hasil acara tersebut, kita telah memfokuskan potensi eksplorasi di 10 titik utama di Indonesia yang membentang dari barat ke timur. Dengan data yang telah mumpuni, diharapkan daerah-daerah tersebut dapat memunculkan Giant Discoveries di Indonesia.

baca juga: Investasi Industri di Karawang Ke Depan Diutamakan Robot

Dari 10 titik tersebut juga melihat terdapat penambahan fokus eksplorasi di daerah timur, yaitu potensi area laut dalam/deep water. Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap agar pertemuan ini dapat terlaksana dengan sukses. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More