Selasa 26 November 2019, 12:59 WIB

Jokowi Dorong Kerja Sama Hard dan Soft Connectivity ASEAN-Korsel

Akmal Fauzi | Internasional
Jokowi Dorong Kerja Sama Hard dan Soft Connectivity ASEAN-Korsel

Dok Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat menghadiri ASEAN-Republic of Korea(RoK) Summit di Busan, Korsel.

 

ASEAN dan Korea Selatan (Korsel) memiliki dasar yang kuat untuk memajukan kerja sama konektivitas, antara lain melalui ASEAN Outlook on Indo-Pacific dan kebijakan baru Korea Selatan ‘New Southern Policy'.

Untuk itu, sinergi antara ASEAN Outlook dan kebijakan New Southern Policy Korea harus diperkuat.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo ketika berbicara pada ASEAN-Republic of Korea (RoK) Summit yang dilaksanakan di Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO), Selasa (26/11).

Dalam forum tersebut, Jokowi menjelaskan konektivitas seperti infrastruktur disebut sebagai hard-connectivity.

Baca juga: Perekonomian Hingga Pemindahan Ibu Kota Dibahas di Korsel

Di bidang hard-connectivity ini, Indonesia mengundang Korsel untuk berpatisipasi dalam “Indo-Pacific Connectivity and Infrastructure Forum" di Jakarta pada 2020.

“Saya yakin hasil dari Indo-Pacific Connectivity and Infrastructure Forum ini akan memperkuat kemitraan kita di bidang hard-connectivity,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan resmi, Selasa (26/11).

Selain hard-connectivity, Jokowi mengingatkan ada satu hal penting lainnya yang tidak boleh dilupakan, yaitu soft-connectivity, terutama yang terkait dengan konektivitas antarmanusia.

Berbicara mengenai kerja sama soft-connectivity, Presiden menyebutkan ada tiga hal yang harus diperkuat, yakni hubungan antarmasyarakat itu sendiri, hubungan antarpelajar atau mahasiswa, dan kolaborasi para pengusaha.

“Mari kita terus bekerja sama baik di bidang hard connectivity mau pun soft connectivity,” ucap Jokowi. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More